Andi Ahmad S
Rabu, 25 Maret 2026 | 12:09 WIB
Ilustrasi Belajar online di Kota Bogor (Dok. freepik)
Baca 10 detik
  • Pemerintah Kota Bogor sedang mengkaji penerapan sistem pembelajaran daring sebagai langkah modernisasi pendidikan di wilayah tersebut.
  • Wali Kota Bogor menegaskan keputusan akhir akan diumumkan setelah kajian komprehensif mengenai berbagai aspek selesai dilakukan.
  • Kebijakan ini berpotensi menerapkan sistem pembelajaran hybrid, menggabungkan daring untuk teori dan tatap muka untuk praktik langsung.

SuaraBogor.id - Dunia pendidikan di Kota Bogor berpotensi menghadapi perubahan signifikan. Pemerintah Kota Bogor saat ini tengah menggodok wacana penerapan sistem pembelajaran daring atau belajar online di sekolah-sekolah.

Kebijakan ini, yang bisa menjadi langkah maju dalam modernisasi pendidikan, masih dalam tahap kajian mendalam dan belum ditetapkan secara resmi.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini masih melakukan pembahasan intensif terkait skema pelaksanaan kebijakan tersebut.

Ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan yang akan berdampak luas pada seluruh ekosistem pendidikan di Kota Bogor.

Dedie A. Rachim memastikan, keputusan final mengenai penerapan sistem pembelajaran daring ini akan diumumkan kepada publik setelah seluruh proses kajian selesai.

"Sedang dimatangkan. Segera diumumkan bila sudah clear,” kata Dedie, kepada wartawan.

Menurutnya, Pemerintah Kota Bogor tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan.

Berbagai aspek tengah dipertimbangkan, termasuk kesiapan infrastruktur, efektivitas pembelajaran, hingga dampaknya terhadap siswa dan tenaga pengajar.

“Kami sedang menunggu arahan lebih lanjut juga untuk pelaksanaannya,” tambahnya.

Baca Juga: Catat Tanggalnya! Nekat Langgar Jalur di Pasar Bogor, Pengemudi Sayur Bakal Ditilang

Berdasarkan informasi yang beredar, wacana pembelajaran daring ini merupakan bagian dari kebijakan yang diinisiasi pemerintah pusat.

Salah satu tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi di berbagai sektor, termasuk pendidikan.

Dalam konsep yang tengah dibahas, tidak semua mata pelajaran akan dialihkan ke sistem online. Pemerintah berencana menerapkan pendekatan hybrid atau kombinasi antara daring dan tatap muka.

Mata pelajaran yang bersifat teori dan dinilai efektif disampaikan secara jarak jauh akan dilakukan secara online.

Sementara itu, kegiatan yang membutuhkan praktik langsung, seperti praktikum di laboratorium, tetap dilaksanakan secara tatap muka di sekolah.

Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan pemberian subsidi kuota internet bagi siswa sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan pembelajaran daring.

Load More