- Kemacetan parah sepanjang 8 km terjadi di jalur Cianjur akibat puncak arus balik H+2 Lebaran.
- Polres Cianjur memberlakukan sistem satu arah menuju Cianjur dari Bandung Barat pada Minggu untuk mengurai kepadatan.
- Rekayasa lalu lintas termasuk satu arah diprediksi kembali diterapkan saat puncak arus balik terjadi Senin (23/3).
SuaraBogor.id - Arus lalu lintas di jalur menuju Cianjur, Jawa Barat, pada H+2 Lebaran mencapai puncaknya dengan kemacetan parah yang sempat membuat antrean kendaraan tidak bergerak sepanjang 8 kilometer.
Guna mengurai kepadatan luar biasa ini, Polres Cianjur mengambil langkah tegas dengan memberlakukan sistem satu arah (one way) dari Bandung Barat menuju Cianjur pada Minggu.
Pantauan di lokasi, volume kendaraan dari Bandung menuju Cianjur telah terlihat tinggi sejak Minggu siang. Arus ini didominasi oleh pengendara dengan tujuan balik mudik, berwisata, dan bersilaturahmi.
Sementara itu, dari arah sebaliknya (Cianjur menuju Bandung), volume kendaraan tidak terlalu tinggi, sehingga memungkinkan penerapan one way.
Antrean kendaraan yang menumpuk dari arah Bandung ke Cianjur dengan laju yang tersendat selama beberapa puluh menit terus memanjang, bahkan mencapai 8 kilometer.
Upaya penyekatan yang sempat diberlakukan tidak cukup efektif untuk mencairkan antrean yang masif tersebut. Situasi ini memaksa petugas untuk mengambil tindakan lebih drastis.
Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Aang Andi Suhandi, mengatakan bahwa antrean panjang kendaraan yang tersendat membuat pihaknya segera berkoordinasi dengan Polres Bandung Barat.
Hasil koordinasi ini berujung pada keputusan untuk memberlakukan sistem satu arah menuju Cianjur mulai dari wilayah hukum Bandung Barat, pada Minggu petang.
"Antrean kendaraan sempat memanjang dengan laju tersendat, membuat kami melakukan sistem satu arah menuju Cianjur mulai dari wilayah hukum Bandung Barat, guna mencairkan antrean," katanya.
Baca Juga: Mobil Hangus Terbakar di Perumahan Kota Bunga Cipanas, Api Diduga dari Gardu Listrik
Sistem satu arah diberlakukan secara bertahap selama satu jam, hingga akhirnya menjelang petang antrean kendaraan kembali mencair dan arus kendaraan dapat melintas normal dari kedua arah.
Pihaknya mengimbau pengendara untuk mematuhi aturan lalulintas dan anjuran petugas dengan tidak mendahului sampai melebar ke pinggir jalan karena dapat menyebabkan antrean terutama di jalur Bandung-Cianjur.
"Kami tempatkan puluhan anggota termasuk tim pengurai macet di titik rawan macet seiring tingginya volume kendaraan yang melintas termasuk di jalur Bandung-Cianjur," katanya.
Memasuki H+3 lebaran pada Senin (23/3) tambah dia, pihaknya memberlakukan sejumlah rekayasa arus termasuk sistem satu arah di sejumlah titik mulai dari kawasan Puncak hingga Haurwangi perbatasan Cianjur dengan Bandung Barat karena diprediksi puncak arus balik akan terjadi.
"Kami siapkan sejumlah skema agar tidak terjadi kemacetan dengan antrean mengular di sejumlah titik rawan saat terjadi puncak arus balik pada Senin," katanya. [Antara].
Berita Terkait
-
Mobil Hangus Terbakar di Perumahan Kota Bunga Cipanas, Api Diduga dari Gardu Listrik
-
Angkot Dilarang Masuk Puncak! Dishub Bogor Putar Balik Kendaraan di Simpang Gadog
-
Lagi-lagi Depok! Viral Shalat Idul Fitri Lebih Dulu, Netizen Soroti Hal Ini
-
Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
-
Puncak Arus Mudik Gelombang Kedua: 50 Ribu Lebih Kendaraan Serbu Jalur Puncak Bogor!
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Guna Hemat Anggaran, Pemkab Bogor Resmi Setop Kebijakan Sewa Kendaraan Dinas
-
Warga Parung dan Kemang Bersiap, Pemkab Bogor Mulai Bersihkan Saluran Air untuk Atasi Banjir
-
Catat Tanggalnya! Mulai 20 Juni, Kebun Raya Bogor Hadirkan Pameran Hasil Bumi
-
Catat Tanggalnya! Ini Jadwal Penghentian Sementara Makan Bergizi Gratis di Kota Depok
-
KPK dan Ombudsman Pantau SPMB Cianjur, Kepala Sekolah Nekat Pungli Bakal Kena Sanksi Berat