Andi Ahmad S
Minggu, 22 Maret 2026 | 22:43 WIB
Kendaraan pemudik memadati jalur Puncak, Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/3/2026). Satlantas Polres Bogor mencatat puncak arus mudik di jalur Puncak Bogor terjadi pada H-3 Lebaran yang didominasi pemudik menuju wilayah Selatan Jawa Barat seperti Cianjur, Bandung, Pangandaran dan Tasikmalaya. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/agr
Baca 10 detik
  • Kemacetan parah sepanjang 8 km terjadi di jalur Cianjur akibat puncak arus balik H+2 Lebaran.
  • Polres Cianjur memberlakukan sistem satu arah menuju Cianjur dari Bandung Barat pada Minggu untuk mengurai kepadatan.
  • Rekayasa lalu lintas termasuk satu arah diprediksi kembali diterapkan saat puncak arus balik terjadi Senin (23/3).

SuaraBogor.id - Arus lalu lintas di jalur menuju Cianjur, Jawa Barat, pada H+2 Lebaran mencapai puncaknya dengan kemacetan parah yang sempat membuat antrean kendaraan tidak bergerak sepanjang 8 kilometer.

Guna mengurai kepadatan luar biasa ini, Polres Cianjur mengambil langkah tegas dengan memberlakukan sistem satu arah (one way) dari Bandung Barat menuju Cianjur pada Minggu.

Pantauan di lokasi, volume kendaraan dari Bandung menuju Cianjur telah terlihat tinggi sejak Minggu siang. Arus ini didominasi oleh pengendara dengan tujuan balik mudik, berwisata, dan bersilaturahmi.

Sementara itu, dari arah sebaliknya (Cianjur menuju Bandung), volume kendaraan tidak terlalu tinggi, sehingga memungkinkan penerapan one way.

Antrean kendaraan yang menumpuk dari arah Bandung ke Cianjur dengan laju yang tersendat selama beberapa puluh menit terus memanjang, bahkan mencapai 8 kilometer.

Upaya penyekatan yang sempat diberlakukan tidak cukup efektif untuk mencairkan antrean yang masif tersebut. Situasi ini memaksa petugas untuk mengambil tindakan lebih drastis.

Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Aang Andi Suhandi, mengatakan bahwa antrean panjang kendaraan yang tersendat membuat pihaknya segera berkoordinasi dengan Polres Bandung Barat.

Hasil koordinasi ini berujung pada keputusan untuk memberlakukan sistem satu arah menuju Cianjur mulai dari wilayah hukum Bandung Barat, pada Minggu petang.

"Antrean kendaraan sempat memanjang dengan laju tersendat, membuat kami melakukan sistem satu arah menuju Cianjur mulai dari wilayah hukum Bandung Barat, guna mencairkan antrean," katanya.

Baca Juga: Mobil Hangus Terbakar di Perumahan Kota Bunga Cipanas, Api Diduga dari Gardu Listrik

Sistem satu arah diberlakukan secara bertahap selama satu jam, hingga akhirnya menjelang petang antrean kendaraan kembali mencair dan arus kendaraan dapat melintas normal dari kedua arah.

Pihaknya mengimbau pengendara untuk mematuhi aturan lalulintas dan anjuran petugas dengan tidak mendahului sampai melebar ke pinggir jalan karena dapat menyebabkan antrean terutama di jalur Bandung-Cianjur.

"Kami tempatkan puluhan anggota termasuk tim pengurai macet di titik rawan macet seiring tingginya volume kendaraan yang melintas termasuk di jalur Bandung-Cianjur," katanya.

Memasuki H+3 lebaran pada Senin (23/3) tambah dia, pihaknya memberlakukan sejumlah rekayasa arus termasuk sistem satu arah di sejumlah titik mulai dari kawasan Puncak hingga Haurwangi perbatasan Cianjur dengan Bandung Barat karena diprediksi puncak arus balik akan terjadi.

"Kami siapkan sejumlah skema agar tidak terjadi kemacetan dengan antrean mengular di sejumlah titik rawan saat terjadi puncak arus balik pada Senin," katanya. [Antara].

Load More