- Pemkot Bogor menuntaskan penataan Suryakencana dengan memindahkan PKL dari badan jalan pada Rabu, 25 Maret 2026.
- Relokasi PKL ini bertujuan mengurangi kesemrawutan dan kemacetan di pusat kota yang padat aktivitas niaga.
- Para pedagang diarahkan pindah ke lokasi resmi seperti Pasar Jambu Dua untuk ketertiban lalu lintas dan keamanan.
SuaraBogor.id - Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam menata kawasan niaga Suryakencana, yang merupakan salah satu ikon Kota Hujan, telah rampung.
Pada Rabu pagi, 25 Maret 2026, Pemkot Bogor turun langsung untuk memastikan kawasan tersebut benar-benar bersih dari aktivitas pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini memenuhi badan jalan dan trotoar.
Penertiban PKL ini dilakukan sebagai bagian dari rangkaian penataan kawasan Suryakencana yang lebih luas, khususnya di titik-titik yang selama ini dipadati aktivitas bongkar muat dan lapak PKL, yang kerap menyebabkan kesemrawutan dan kemacetan.
Kepala Bidang Angkutan pada Dishub Kota Bogor, Dody Wahyudi, menjelaskan bahwa penataan ini merupakan langkah lanjutan setelah diberlakukannya larangan bongkar muat di sejumlah titik di kawasan tersebut.
"Hari ini kita pastikan proses penataan berjalan, termasuk pemindahan pedagang ke lokasi yang sudah disiapkan," ujar Dody, dilansir dari MetroBogor-jaringan Suara.com, Kamis (26/3/2026).
Ia menjelaskan, para pedagang diarahkan untuk berpindah ke pasar resmi seperti Pasar Gembrong Sukasari dan Pasar Jambu Dua, untuk mengurangi aktivitas perdagangan di badan jalan maupun trotoar.
Menurutnya, langkah ini penting untuk menciptakan ketertiban lalu lintas sekaligus meningkatkan keamanan di kawasan tersebut, terutama setelah dimulainya pembongkaran Bogor Plaza.
"Penataan ini juga untuk meminimalisir risiko, baik kemacetan maupun potensi kecelakaan, dan membuat aktivitas perdagangan lebih tertib," jelasnya.
Pemerintah Kota Bogor menargetkan seluruh aktivitas PKL di empat titik utama, yakni Jalan Bata, Pedati, Seketeng, dan Gang Aut, dapat segera direlokasi sehingga kawasan tersebut bisa kembali difungsikan secara optimal bagi pengguna jalan.
Baca Juga: Kondisi Terkini Jalur Puncak Cianjur - Bogor, Hujan Deras Picu Kabut Tebal
Berita Terkait
-
Kondisi Terkini Jalur Puncak Cianjur - Bogor, Hujan Deras Picu Kabut Tebal
-
Rekomendasi Jalur Alternatif dari Cibadak Sukabumi Menuju Bogor untuk Perjalanan Lancar
-
Bukan Full Daring! Sekolah di Bogor Akan Terapkan Sistem Hybrid Demi Efisiensi
-
Catat Tanggalnya! Nekat Langgar Jalur di Pasar Bogor, Pengemudi Sayur Bakal Ditilang
-
Lebaran di Bogor, Kaka Slank Terciduk Joging Santai di Jalur SSA
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
Terkini
-
PKL Suryakencana Kini Resmi Pindah ke Pasar Jambu Dua
-
7 Alasan Kenapa Terbang dari Semarang ke Jakarta Bisa Jadi Opsi Menarik
-
Kondisi Terkini Jalur Puncak Cianjur - Bogor, Hujan Deras Picu Kabut Tebal
-
Rekomendasi Jalur Alternatif dari Cibadak Sukabumi Menuju Bogor untuk Perjalanan Lancar
-
Gara-gara Cairan Menetes, Penyelundupan Ribuan Liter Tuak di Simpang Sadu Terbongkar