- Akun Instagram @badanperwakilannetizen menuduh Rahmad Hidayat Lubis alias Baron Algonso terlibat dalam peredaran obat terlarang di Kota Bogor.
- Unggahan tersebut mencatut nama Bupati Bogor Rudy Susmanto sebagai pembina media milik Baron tanpa izin atau sepengetahuan beliau.
- Bupati Bogor menegaskan pencatutan nama tidak benar dan mendukung penegak hukum mengusut tuntas dugaan peredaran obat terlarang tersebut.
SuaraBogor.id - Viral di madia sosial yang memperlihatkan sebuah unggahan akun Instagram @badanperwakilannetizen memposting oknum pemilik media yang diduga terlibat dalam peredaran obat-obat terlarang di Kota Bogor.
Unggahan tersebut membongkar dugaan keterlibatan seorang oknum pemilik media itu adalah Rahmad Hidayat Lubis alias Baron Algonso.
Konten yang viral ini semakin ramai diperbincangkan karena turut mencantumkan nama Bupati Bogor, Rudy Susmanto, sebagai pembina media yang disebut-sebut milik oknum tersebut.
Salah satu unggahan bahkan memuat pengakuan yang menjadi sorotan publik:
"Halo Netizen perkenalkan nama asli ku Rahmad Hidayat Lubis, nama panggilanku Baron Algonso. Aku membuat media namanya Media1.id dengan Dewan Pembinanya Pak Bupati Bogor @rudysusmanto,” tulis akun tersebut dikutip pada Rabu, 1 April 2026.
"Aku sangat terkenal dikalangan bos-bos modol di Kota Bogor loh. Aku juga koordinator media modol di Kota Bogor. Selain koordinator toko modol, aku juga koordinator media pengoplosan gas LPG loh netizen,” sambung keterangan dalam unggahan tersebut, dengan klaim-klaim yang sangat provokatif.
Menanggapi hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui akun Instagram resminya, @lapor_pakbupati, memberikan klarifikasi tegas.
Disebutkan bahwa Bupati Bogor Rudy Susmanto tidak mengetahui namanya dicatut sebagai pembina media yang dimaksud.
Pihaknya juga menegaskan, tidak pernah ada permintaan resmi maupun komunikasi langsung terkait pencantuman nama Rudy Susmanto dalam struktur media tersebut. Dengan demikian, keterkaitan tersebut dipastikan tidak benar.
Baca Juga: DPRD Kota Bogor Apresiasi Polda Jabar dan Polresta Bogor Kota Gelar Gerakan Pangan Murah
Meskipun namanya dicatut tanpa izin, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan dukungan penuh terhadap aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan dan peredaran obat-obatan terlarang di wilayah Kabupaten Bogor.
Ia juga meminta jajaran kepolisian, termasuk Polres Bogor, Polda Jawa Barat, serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bogor, untuk melakukan pengungkapan kasus hingga ke akar-akarnya.
Selain itu, apresiasi juga disampaikan kepada masyarakat yang aktif memberikan informasi terkait dugaan peredaran narkoba. Partisipasi publik dinilai penting dalam upaya melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan obat terlarang.
Hingga kini, isu tersebut masih menjadi perhatian publik di media sosial, sementara akun Instagram @badanperwakilannetizen masih terus mengunggah soal pihak-pihak yang terkait dengan Baron Algonso.
Publik kini menanti langkah konkret dari aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti dugaan serius ini dan memberikan kejelasan atas pencatutan nama pejabat daerah.
Berita Terkait
-
DPRD Kota Bogor Apresiasi Polda Jabar dan Polresta Bogor Kota Gelar Gerakan Pangan Murah
-
Waspada Uang Palsu Pecahan Rp100 Ribu Diduga Beredar di Bogor
-
Polda Metro Bongkar Sindikat Uang Palsu Rp620 Juta di Hotel Kemang Bogor
-
Warga Bogor Siap-siap! CFD Tegar Beriman Kembali Hadir Mulai 5 April
-
Sembilan Kali One Way! Begini Skenario Polisi Urai Kemacetan Horor di Jalur Puncak Bogor
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Ancaman El Nino Super Paruh Kedua 2026, Guru Besar IPB Ingatkan Potensi Anjloknya Produksi Pangan
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Pemkab Bogor Bebaskan Denda PBB-P2 Selama 8 Hari, Cukup Bayar Pokoknya Saja
-
Dari Nasi Goreng Kecombrang Hingga Americano Peach, Kuliner Berkelas Hadir di Beanfinity