- Forum Pemuda Kaili menuntut transparansi atas kejanggalan tender proyek pembangunan Sekolah Rakyat dan RS Pendidikan Untad Sulawesi Tengah.
- Proses tender yang dibatalkan mendadak serta penggunaan metode tender cepat memicu potensi kerugian negara dan masalah tata kelola.
- Masyarakat mendesak DPRD Sulawesi Tengah segera memfasilitasi Rapat Dengar Pendapat untuk mengevaluasi kegagalan proyek strategis nasional tersebut.
SuaraBogor.id - Sebuah alarm bahaya berbunyi di sektor pembangunan sarana pendidikan dan kesehatan di Sulawesi Tengah. Proyek strategis nasional, yaitu pembangunan Sekolah Rakyat dan RS Pendidikan Universitas Tadulako (Untad), kini diwarnai rangkaian kejanggalan serius yang berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi daerah dan masyarakat.
Koordinator Forum Pemuda Kaili Sulawesi Tengah, Mohammad Raslin mengatakan, proses tender yang tidak transparan dan pembatalan lelang yang mendadak memicu desakan dari berbagai pihak agar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah segera turun tangan memfasilitasi Rapat Dengar Pendapat (RDP) terbuka.
Kasus pertama yang menjadi sorotan adalah pembangunan Sekolah Rakyat, sebuah program strategis nasional yang pelaksanaan fisiknya berada di bawah satuan kerja Kementerian PU (BPPW).
Kejanggalan muncul ketika proses tender yang sudah berjalan hingga tahap akhir evaluasi tiba-tiba dibatalkan melalui surat Satker (BPBPK/BPPW).
"Yang lebih aneh lagi, proses tender kemudian diulang dengan metode tender cepat, sebuah metode yang dinilai tidak sejalan dengan kompleksitas pekerjaan konstruksi," katanya kepada wartawan di Bogor, Rabu (15/4/2026).
Lanjut dia, tindakan ini tidak hanya berpotensi melanggar prinsip-prinsip pengadaan barang dan jasa pemerintah yang transparan dan akuntabel, tetapi juga secara langsung merugikan penyedia jasa yang telah mengikuti proses secara penuh, mengeluarkan waktu dan biaya untuk persiapan tender.
"Di sisi lain, proyek pembangunan Rumah Sakit (RS) Pendidikan Universitas Tadulako menghadapi masalah yang tak kalah serius. Paket ini mengalami pembatalan lelang dan kini berpotensi tidak lagi dianggarkan pada Tahun Anggaran 2026. Jika ini terjadi, maka Sulawesi Tengah berisiko kehilangan pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan yang sangat strategis," jelasnya.
Kehilangan anggaran untuk RS Pendidikan Untad bukan sekadar keterlambatan proyek. Menurut dia hal ini adalah potensi kehilangan manfaat pembangunan secara langsung bagi masyarakat, khususnya di sektor pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan di Sulawesi Tengah.
Padahal, fasilitas ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas SDM dan layanan kesehatan di provinsi tersebut.
Baca Juga: Latihan 2.2 Matematika Kelas 6, Begini Cara Bijak Orang Tua Gunakan Kunci Jawaban
"Anggaran yang berkurang, proyek strategis yang terhenti, dan kepercayaan pelaku usaha terhadap proses pengadaan yang terganggu, semuanya mengarah pada satu kesimpulan adanya masalah serius dalam tata kelola pengadaan oleh Satker dan proses yang melibatkan BP2JK," sambungnya.
Dia menambahkan, kondisi ini tidak bisa dibiarkan tanpa penjelasan terbuka. Kerugian bukan hanya berupa materi, tetapi juga hilangnya kesempatan pembangunan dan menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.
Melihat urgensi dan dampak dari kejanggalan ini, desakan untuk segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) menjadi sangat kuat.
"Kami mendesak DPRD Provinsi Sulawesi Tengah untuk segera memfasilitasi Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan menghadirkan seluruh pihak terkait, termasuk Satker (BPPW/BPBPK), BP2JK, dan pihak pengawas internal," tegasnya.
Berita Terkait
-
Latihan 2.2 Matematika Kelas 6, Begini Cara Bijak Orang Tua Gunakan Kunci Jawaban
-
Sempat Cemas, Gaji PPPK Paruh Waktu Kabupaten Bogor Akhirnya 'Running', Ini Jadwal Pencairannya
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 113, Cara Mudah Membedah Struktur Teks Ulasan
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 111 Kurikulum Merdeka
-
Kunci Jawaban IPS Kelas 8 Halaman 161, Bedah Tuntas Perbedaan Ekonomi Kelautan dan Maritim
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Dampingi 380 Debitur hingga Lepas dari Rentenir
-
Tangani Kebakaran TPAS Galuga 24 Jam, Bupati Bogor Kerahkan Tim Patroli Jalan Kaki hingga Alat Berat
-
Berjibaku 24 Jam di TPAS Galuga, Sinergi Bogor Raya Tekan Kobaran Api Hingga Sisa Titik Akhir
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, UMKM Makin Naik Kelas
-
Tati Purwanti Buktikan Mantan PMI Bisa Sukses, Bubur Cirebon Kini Hadir di Taipei