- DPRD Kota Depok membatasi akses peliputan media saat Rapat Paripurna perayaan HUT Kota ke-27 pada 23 April 2026.
- Petugas hanya mengizinkan sepuluh media undangan khusus untuk masuk dengan alasan keterbatasan kapasitas ruang rapat utama gedung.
- Kebijakan diskriminatif tersebut memicu kritik publik terkait transparansi informasi dan komitmen pemerintah daerah terhadap kebebasan pers di Depok.
SuaraBogor.id - Perayaan Hari Jadi Kota Depok ke-27 yang jatuh pada tahun 2026 ini, sayangnya menyisakan cerita tak sedap dan memicu kritik publik.
Alih-alih menjadi pesta rakyat yang terbuka dan merangkul semua elemen masyarakat, Rapat Paripurna DPRD Kota Depok dalam rangka HUT Kota Depok tersebut justru berlangsung eksklusif dan tertutup bagi sebagian besar awak media.
Insiden ini sontak menimbulkan pertanyaan besar mengenai transparansi publik dan komitmen pemerintah daerah terhadap kebebasan pers.
Sebagai momen penting dalam peringatan hari jadi kota, Rapat Paripurna DPRD seharusnya menjadi ajang bagi seluruh masyarakat untuk mengetahui capaian, tantangan, dan rencana pembangunan ke depan.
Media memiliki peran vital sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan publik. Namun, pembatasan akses bagi awak media dalam acara sepenting ini menimbulkan kecurigaan.
Pantauan di lokasi menunjukkan suasana yang berbeda drastis dari rapat paripurna biasanya.
Jika biasanya jurnalis bebas keluar masuk untuk mengabadikan momen penting, kali ini akses menuju ruang rapat utama dijaga ketat oleh petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) DPRD Kota Depok.
Kebijakan pembatasan ini memicu tanda tanya besar.
Saat beberapa jurnalis mencoba masuk, petugas Pamdal di depan pintu ruang Paripurna justru saling lempar tanggung jawab dan mengarahkan media untuk berhadapan dengan petugas administrasi.
Baca Juga: Rayakan HUT Depok ke-27, FPK Gelar Jalan Sehat Sambil Tanam Pohon dan Pamerkan Seni Budaya
"Silakan ke Bu Ida, Bang," cetus salah satu petugas Pamdal singkat sambil tetap menghalangi akses masuk, dilansir dari Metropolitan -jaringan Suara.com, Kamis 23 April 2026.
Kekecewaan jurnalis memuncak saat bertemu dengan petugas yang dimaksud di bagian resepsionis. Secara blak-blakan, petugas bernama Ida tersebut menyatakan bahwa pihaknya hanya memberikan karpet merah bagi segelintir media yang diundang secara khusus.
"Mas dari media apa? Kita tidak mengundang. Kita hanya mengundang 10 media, itu pun hanya ketua organisasinya. Silakan di luar saja," tegas Ida dengan nada datar.
Saat dikonfrontasi mengenai alasan di balik diskriminasi peliputan ini, pihak Sekretariat DPRD berdalih pada masalah kapasitas ruangan.
"Kursi di dalam terbatas Bang, tidak muat," tambahnya memberikan alasan.
Alasan tersebut dinilai janggal oleh banyak awak media yang hadir. Pasalnya, pada rapat-rapat paripurna krusial lainnya, kapasitas ruangan tidak pernah menjadi kendala bagi jurnalis untuk menjalankan tugas jurnalistiknya, meskipun harus berdiri atau berada di sisi ruangan.
Berita Terkait
-
Rayakan HUT Depok ke-27, FPK Gelar Jalan Sehat Sambil Tanam Pohon dan Pamerkan Seni Budaya
-
Polisi Ungkap Kronologi Penemuan Alfin di Cikeas, Ada Kaitan dengan Kasus Penipuan?
-
Lagi-lagi Depok! Viral Shalat Idul Fitri Lebih Dulu, Netizen Soroti Hal Ini
-
Pilihan Hotel di Margonda Depok 500 Ribuan, Kamar Nyaman dan Luas
-
Ketua dan Wakil PN Depok Dipecat Sebelum Pemeriksaan Etik Komisi Yudisial
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Usai Digeledah Polda Metro Jaya Terkait Mafia Tanah, Pelayanan BPN Cibinong Kembali Normal
-
BRImo Taiwan Raih Penghargaan, BRI Perkuat Layanan Finansial bagi Masyarakat Indonesia di Taiwan
-
Perjuangan Ratusan Petugas Taklukkan Bara Sampah di TPAS Galuga
-
Pencarian Hari Ke-3 Rombongan Jurnalis di Krakatau, TNI AL Terjunkan 3 Kapal Perang
-
Dugaan Baku Tembak di Pandawa Parungpanjang, Polres Bogor Gelar Olah TKP Tertutup dan Buru Pelaku