- BPBD Kabupaten Bogor mendistribusikan 15.000 liter air bersih ke tiga kecamatan terdampak kekeringan akibat fenomena El Nino.
- Bantuan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan 322 kepala keluarga atau 1.177 jiwa di Citeureup, Nanggung, dan Babakan Madang.
- Petugas BPBD melakukan asesmen lapangan dan mengimbau warga agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau.
SuaraBogor.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mulai melakukan langkah darurat menyusul laporan krisis air bersih di sejumlah wilayah.
Sebanyak 15.000 liter air bersih telah didistribusikan kepada warga di tiga kecamatan yang mengalami penurunan debit air secara signifikan akibat berkurangnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir.
Langkah jemput bola ini dilakukan guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah fenomena El Nino atau musim kemarau yang mulai terasa di wilayah Bogor.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, mengonfirmasi bahwa distribusi bantuan difokuskan pada titik-titik yang masuk kategori rawan kekeringan.
"Bantuan air bersih tersebut kami salurkan ke wilayah Citeureup, Nanggung, dan Babakan Madang. Ketiga wilayah ini mulai melaporkan kesulitan akses air bersih karena sumur warga dan mata air setempat mulai mengering," ujar M. Adam Hamdani
BPBD mencatat distribusi pertama dilakukan ke Kampung Tonggoh RT 04/RW 03, Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup. Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan 125 kepala keluarga (KK) atau 517 jiwa yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Selanjutnya, distribusi air bersih dilakukan ke Kampung Parakan Muncang RT 03/RW 04, Desa Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung. Sebanyak 5.000 liter air disalurkan untuk 60 KK atau 217 jiwa yang terdampak berkurangnya sumber mata air.
BPBD juga mengirimkan 5.000 liter air bersih ke Kampung Ciburial RT 03/RW 03, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang. Bantuan tersebut ditujukan 137 KK atau 443 jiwa yang mengalami krisis air bersih akibat menurunnya debit mata air.
Dia menjelaskan seluruh bantuan air bersih didistribusikan menggunakan armada tangki BPBD dan disalurkan ke penampungan warga agar dapat dimanfaatkan secara merata oleh masyarakat terdampak.
Baca Juga: Ingatkan Pelat Merah Haram Pakai Pertalite, Ketua DPRD Bogor Minta ASN Hemat Kendaraan Dinas
Selain mendistribusikan air bersih, petugas BPBD melakukan asesmen lapangan dan berkoordinasi dengan aparatur desa setempat untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi.
BPBD Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan kepada pemerintah desa atau BPBD apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau.
"Dalam kondisi saat ini kami terus memantau wilayah yang berpotensi mengalami krisis air bersih dan akan melakukan distribusi bantuan sesuai kebutuhan masyarakat," ujar Adam.
Berdasarkan data BPBD, total warga yang menerima bantuan air bersih di tiga lokasi tersebut mencapai 322 KK atau 1.177 jiwa. Distribusi dilakukan sebagai langkah tanggap darurat untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau berlangsung. [Antara].
Tag
Berita Terkait
-
Ingatkan Pelat Merah Haram Pakai Pertalite, Ketua DPRD Bogor Minta ASN Hemat Kendaraan Dinas
-
Proyek PSEL Dimulai Juni 2026, Wilayah Barat Bogor Bakal Punya Sport Center Baru
-
Catat Tanggalnya! Jadwal Resmi SPMB SD Kabupaten Bogor 2026 dan Daftar 10 Sekolah Favorit
-
Semarak Tahun Baru Islam di Cibinong, Ribuan Warga Ikuti Pawai Obor 1 Muharram 1448 H
-
Bukan Sekadar Data, Ini Alasan Sensus Ekonomi 2026 Sangat Krusial Bagi Masa Depan Bogor
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Bus Listrik Bogor Siap Layani Rute Wisata: Sambungkan Pakansari, Margo City Hingga Puncak
-
Digerebek Tanpa Busana di Kontrakan, 3 Pria Diduga Pesta Gay di Citeureup Diarak Warga
-
Perkuat Sinergi Politik, Bupati Bogor dan DPRD Pererat Komunikasi demi Aspirasi Rakyat
-
Usut Dugaan Jual Beli Jabatan ASN, Inspektorat Kabupaten Bogor Pasrahkan Kasus ke Kepolisian
-
BRI Salurkan Pembiayaan Perumahan Rp12,17 Triliun, Presiden Hadiri Akad Massal di Batang