Andi Ahmad S
Selasa, 16 Juni 2026 | 15:56 WIB
Cahaya obor menerangi sepanjang jalan protokol pusat pemerintahan Kabupaten Bogor pada Senin (15/6/2026) malam. [SuaraBogor/HO/Pemkab Bogor]
Baca 10 detik
  • Ribuan warga mengikuti pawai obor menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Cibinong, Senin (15/6/2026).
  • Kegiatan berlangsung dari Masjid Agung Baitul Faizin menuju Masjid Raya Nurul Wathon dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
  • Pemerintah Kabupaten Bogor menjadikan momentum ini sebagai simbol penguatan peran masjid bagi pembangunan karakter serta kesejahteraan warga.

SuaraBogor.id - Cahaya obor menerangi sepanjang jalan protokol pusat pemerintahan Kabupaten Bogor pada Senin (15/6/2026) malam. Ribuan warga tumpah ruah mengikuti gelaran Pawai Obor akbar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

Kegiatan religius yang berlangsung khidmat ini menempuh rute dari Masjid Agung Baitul Faizin menuju Masjid Raya Nurul Wathon, menciptakan pemandangan lautan manusia yang antusias merayakan pergantian tahun Hijriah.

Mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menjelaskan bahwa tradisi pawai obor ini memiliki nilai filosofis yang mendalam bagi umat Muslim, khususnya warga Bogor.

“Obor pada hakikatnya adalah cahaya. Islam diturunkan untuk membawa manusia dari kegelapan menuju terang benderang. Pawai obor ini menjadi simbol semangat hijrah, agar di tahun yang baru kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi sesama,” ujar Ajat di sela-sela pelepasan peserta pawai.

Pemilihan rute dari Masjid Baitul Faizin ke Masjid Nurul Wathon sengaja dilakukan sebagai simbol penguatan peran rumah ibadah. Ajat menekankan bahwa pemerintah daerah ingin mengembalikan marwah masjid bukan hanya sebagai tempat sholat, tetapi juga pusat kebudayaan dan pembinaan karakter masyarakat.

"Keberangkatan dari Masjid Baitul Faizin menjadi momentum untuk mengingatkan kita semua akan pentingnya menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat dan penguatan nilai-nilai keagamaan," tambahnya.

Panitia penyelenggara mencatat jumlah peserta yang hadir jauh melampaui prediksi awal. Dari target semula sebanyak 3.000 peserta, jumlah warga yang bergabung mencapai ribuan orang dari berbagai unsur:

  • Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Bogor.
  • Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bogor.
  • Perwakilan 39 Kecamatan dan Kelurahan.
  • Santri dari berbagai Pondok Pesantren.
  • Masyarakat umum dan komunitas pemuda.

Kegiatan serupa ternyata juga berlangsung secara serentak dan swadaya di pelosok desa di Kabupaten Bogor, menunjukkan bahwa kesadaran religius di wilayah "Tegar Beriman" sangatlah kuat.

Sebagai otoritas pemerintahan, Sekda Ajat menyampaikan pesan titipan dari pimpinan daerah. Momentum 1 Muharram 1448 H diharapkan menjadi energi baru bagi percepatan pembangunan di bawah kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Jaro Ade.

Baca Juga: Beras 5 Kg Cuma Rp54 Ribu, Warga Bogor Rela Antre Sejak Pagi di Stadion Pakansari

“Harapan kami, Kabupaten Bogor semakin kondusif, semakin maju, dan masyarakatnya semakin dewasa secara spiritual maupun sosial. Semoga semangat hijrah ini mewujudkan masyarakat yang sejahtera, madani, dan beradab,” pungkasnya.

Pawai ditutup dengan doa bersama di Masjid Nurul Wathon, memohon keberkahan dan keselamatan bagi seluruh bangsa Indonesia di tahun baru ini.

Load More