- Pemerintah Kabupaten Bogor akan menutup permanen perlintasan sebidang Gang Aigi, Gunung Putri, mulai tanggal 1 Juli 2026.
- Penutupan dilakukan guna meminimalisir risiko kecelakaan fatal akibat kondisi geografis perlintasan yang berbahaya bagi pengguna jalan.
- Masyarakat dialihkan melalui Jalan Raya Narogong dan underpass demi menjamin keamanan perjalanan tanpa melintasi jalur kereta api.
SuaraBogor.id - Kabar penting bagi pengguna jalan di wilayah Bogor Timur. Pemerintah Kabupaten Bogor bersama pihak terkait mengumumkan rencana penutupan permanen perlintasan sebidang di Gang Aigi, Desa Karanggan, Kecamatan Gunung Putri, yang akan berlaku efektif mulai 1 Juli 2026.
Langkah ini diambil menyusul evaluasi mendalam mengenai aspek keselamatan transportasi di jalur tersebut.
Penutupan ini diharapkan dapat mengeliminasi potensi kecelakaan maut yang melibatkan kendaraan bermotor dengan perjalanan kereta api.
Berdasarkan tinjauan otoritas perkeretaapian dan perhubungan, perlintasan ini memiliki karakteristik yang membahayakan nyawa pengguna jalan.
Kondisi geografis perlintasan yang menanjak, ditambah dengan terbatasnya jarak pandang akibat bangunan di sekitar lokasi, dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Panduan Rute Alternatif
Bagi masyarakat yang terbiasa melintas dari arah Jalan Karanggan Aigi menuju Jalan Raya Karanggan, maupun sebaliknya, kini harus menyesuaikan jalur perjalanan.
Berikut adalah alur rute alternatif yang telah disiapkan:
- Pengalihan Arus: Seluruh kendaraan yang sebelumnya melalui Gang Aigi, akan diarahkan menuju akses Jalan Raya Narogong.
- Akses Underpass: Dari Jalan Raya Narogong, pengendara kemudian dapat melanjutkan perjalanan masuk ke Underpass Jalan Raya Karanggan, untuk mencapai tujuan.
- Kepatuhan Rambu: Selama masa transisi, petugas akan ditempatkan di titik-titik krusial, untuk mengarahkan arus lalu lintas.
Pengendara diminta untuk tetap mematuhi rambu-rambu petunjuk jalan yang telah dipasang di sepanjang jalur pengalihan.
Baca Juga: 6 Fakta Penyegelan Gudang Motor Listrik BGN oleh Kejagung
Bukan tanpa alasan, pemilihan underpass sebagai jalur alternatif, didasarkan pada aspek keamanan yang lebih terjamin.
Melalui akses ini, pengendara tidak perlu lagi berpotongan langsung dengan jalur kereta api, sehingga risiko kecelakaan fatal dapat dihilangkan secara signifikan.
Meskipun rute melalui Jalan Raya Narogong dan underpass menuntut pengendara menempuh jarak sedikit lebih jauh, langkah ini dianggap sebagai pilihan terbaik, demi menjamin keselamatan perjalanan.
Berita Terkait
-
6 Fakta Penyegelan Gudang Motor Listrik BGN oleh Kejagung
-
Citeureup, Nanggung dan Babakan Madang Mulai Kekeringan, Ribuan Jiwa Krisis Air Bersih
-
Ingatkan Pelat Merah Haram Pakai Pertalite, Ketua DPRD Bogor Minta ASN Hemat Kendaraan Dinas
-
Proyek PSEL Dimulai Juni 2026, Wilayah Barat Bogor Bakal Punya Sport Center Baru
-
Catat Tanggalnya! Jadwal Resmi SPMB SD Kabupaten Bogor 2026 dan Daftar 10 Sekolah Favorit
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Bupati Bogor Tebar Bendera Merah Putih Hingga ke Pelosok Desa
-
Nekat Jual Tramadol Tanpa Izin di Bogor? Siap-siap Dipenjara 12 Tahun dan Denda Rp5 Miliar
-
Topang Sektor Riil, BRI Sambut Positif Kebijakan Penempatan Dana SAL Pemerintah
-
Ratusan Bangunan Liar di Cianjur Ditertibkan