- Bupati Bogor Rudy Susmanto merencanakan pembangunan kereta gantung dari Summarecon menuju Rest Area Gunung Mas, Cisarua.
- Proyek infrastruktur wisata ini ditargetkan menggunakan investasi swasta sepenuhnya untuk menghindari beban biaya pada APBD daerah.
- Pemerintah Kabupaten Bogor kini sedang melakukan studi kelayakan dan menjajaki investor demi mengatasi kemacetan jalur Puncak.
SuaraBogor.id - Pemerintah Kabupaten Bogor tengah serius mengkaji solusi inovatif untuk mengurai kemacetan kronis di jalur wisata Puncak.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, resmi menggulirkan rencana pembangunan proyek kereta gantung (cable car) yang akan menghubungkan kawasan Summarecon Bogor di Sukaraja langsung menuju Rest Area Gunung Mas di Cisarua.
Menariknya, megaproyek transportasi modern ini direncanakan murni menggunakan skema investasi swasta tanpa membebani kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Rudy Susmanto menjelaskan bahwa konsep dasar proyek ini adalah memindahkan beban transportasi dari jalan raya ke udara. Strateginya adalah dengan membangun shelter bawah atau titik kumpul di kawasan Summarecon, Kecamatan Sukaraja.
Area ini akan difungsikan sebagai lokasi park and ride, di mana wisatawan dapat memarkirkan kendaraan pribadinya untuk kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan kereta gantung menuju puncak perbukitan.
"Konsep sebenarnya sudah ada. Shelter bawahnya dari mulai sebelum Gadog, yaitu Summarecon. Kita punya lahan di situ untuk park and ride-nya, lalu titik akhirnya adalah Rest Area Gunung Mas," ujar Rudy Susmanto di Cibinong, Senin (6/7/2026).
Bupati Rudy bersikap realistis mengenai kebutuhan biaya pembangunan infrastruktur canggih ini. Ia menegaskan bahwa proyek berskala internasional tersebut membutuhkan pendanaan mencapai triliunan rupiah, sehingga pelibatan sektor swasta menjadi kunci utama.
"Kami tidak akan membebankan biaya pembangunan itu kepada APBD. Karena kalau dengan APBD, biayanya butuh triliunan rupiah. Kami ingin swasta yang mendanai melalui skema kerja sama investasi," tegasnya.
Saat ini, Pemkab Bogor tengah memasuki tahap studi kelayakan dan membangun komunikasi intensif dengan sejumlah calon investor yang memiliki spesialisasi di bidang transportasi dan pariwisata.
Baca Juga: Pemain Judi Online Terbanyak se-Indonesia Ada di Kabupaten Bogor
Selain kereta gantung, Rudy mengungkapkan bahwa pemerintah daerah juga tetap terbuka pada opsi moda transportasi lain, seperti perpanjangan jalur KRL atau sistem transportasi berbasis rel lainnya. Namun, kereta gantung dinilai paling visibel dan memiliki daya tarik wisata (sport tourism) yang tinggi.
"Kami ingin menghadirkan transportasi yang terintegrasi, aman, dan nyaman bagi wisatawan agar wajah Puncak Bogor semakin istimewa dan gemilang di mata dunia," pungkas Rudy.
Berita Terkait
-
Pemain Judi Online Terbanyak se-Indonesia Ada di Kabupaten Bogor
-
Berawal dari Paket Misterius di Jasa Pengiriman, Polisi Bongkar Jaringan Narkoba Cair Asal Bogor
-
Tragedi Subuh di Cilebut, Lansia Asal Kota Bogor Tewas Tertabrak KRL
-
Dirgahayu Bhayangkara ke-80, Bupati Bogor Doakan Polri Selalu Kuat Jadi Pengayom Masyarakat
-
Cara Baru Cek Bansos di Bogor: Warga Kini Bisa Tahu Alasan Tak Pernah Dapat Bantuan
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
Hadiri Hari Kesaktian Pancasila, Adityawarman Tegaskan Pentingnya Persatuan
-
DPRD dan Pemkot Bogor Sahkan Dua Perda, Pasar Rakyat dan Adminduk
-
KPK Periksa Menteri Nusron Wahid Hari Ini
-
33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo
-
Prabowo Bagikan 160 Becak Listrik Pindad Gratis untuk Tukang Becak Lansia di Kota Bogor