- Sejumlah operator SPBU di Jabodetabek menurunkan harga Pertamax sebesar Rp300 per liter pada 1 Agustus 2026.
- Pengendara di wilayah Bogor dan Bekasi mengeluhkan penurunan harga tersebut karena dinilai terlalu kecil dan tidak sebanding.
- Masyarakat tetap terpaksa membeli Pertamax demi kesehatan mesin kendaraan meskipun merasa tidak puas dengan kebijakan tersebut.
Menurutnya, penurunan harga Pertamax hampir tidak memberikan perbedaan bagi konsumen.
Agus mengaku tetap memilih Pertamax karena mempertimbangkan kondisi mesin kendaraannya sekaligus menghindari antrean panjang di SPBU.
"Sama aja sebenernya, pertamax masih kerasa mahal, apa rasa cuman turun Rp.300 perak, tapi ya itu saya terpaksa, sayang mesin kalau pakai Pertalite kan cepet kotor juga mesinnya. Kalau Pertamax kan agak bersih,” kata dia.
Meski tetap menggunakan Pertamax, Agus berharap harga BBM nonsubsidi itu dapat kembali turun lebih jauh.
Ia pun menilai penurunan Rp300 per liter belum cukup menjawab harapan masyarakat.
"Pokoknya mah saya kurang puas lah, idealnya sih harga yang kemarin di Rp.12 ribu,” pungkasnya.
Untuk diketahui, respon ketiga konsumen di atas menunjukkan bahwa penurunan harga Pertamax sebesar Rp300 perak per liter memang disambut positif karena harga bergerak turun.
Akan tetapi, mayoritas menilai besarannya terlalu kecil hingga belum memberikan dampak yang benar-benar dirasakan, terutama kalau dibandingkn dengan lonjakan harga yang terjadi sebelumnya.
Kontributor : Dziharul Islam Nusantara
Baca Juga: Bus Listrik Bogor Siap Layani Rute Wisata: Sambungkan Pakansari, Margo City Hingga Puncak
Berita Terkait
-
Bus Listrik Bogor Siap Layani Rute Wisata: Sambungkan Pakansari, Margo City Hingga Puncak
-
Digerebek Tanpa Busana di Kontrakan, 3 Pria Diduga Pesta Gay di Citeureup Diarak Warga
-
Perkuat Sinergi Politik, Bupati Bogor dan DPRD Pererat Komunikasi demi Aspirasi Rakyat
-
Usut Dugaan Jual Beli Jabatan ASN, Inspektorat Kabupaten Bogor Pasrahkan Kasus ke Kepolisian
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kerahkan 1.105 Personel Gabungan, Polda Jabar Perketat Pengamanan Laga Timnas Indonesia vs Vietnam
-
Sidak Suryakencana, Wakil Wali Kota Bogor Bongkar Setoran Jukir Cuan Hingga Rp480 Ribu Sehari
-
Skema Pagar Dedie Rachim Bikin Waswas, Warga RE Martadinata Minta JPO Dulu Sebelum Ditutup
-
Pertamax Cuma Turun Rp300 Per-Liter, Pengendara Mengeluh: Kurang Berasa, Kemarin Naiknya Gede
-
BRI Bekali PMI di Taiwan dengan Keterampilan Wirausaha untuk Bangun Usaha Produktif