- Pemerintah Kota Bogor menyiapkan rencana penyaluran bantuan jangka panjang bagi korban gempa bumi di Flores, NTT.
- Gempa magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 di Flores menyebabkan 68 orang meninggal dunia serta ribuan warga mengungsi.
- Pemkot Bogor masih menginventarisasi kebutuhan riil di lapangan sebelum memutuskan bentuk bantuan dana atau pembangunan fasilitas.
SuaraBogor.id - Pemerintah Kota Bogor mengambil langkah matang dalam menyikapi musibah gempa bumi yang menimpa masyarakat Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pemkot Bogor mengisyaratkan kesiapan untuk menyalurkan bantuan jangka panjang guna membantu pemulihan para korban di lokasi bencana.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengungkapkan bahwa skema penggalangan bantuan tersebut sebetulnya sudah dimatangkan dalam pembahasan internal.
Kendati demikian, Pemkot memilih untuk tidak mengumbar rencana tersebut ke publik sebelum konsep dan pemetaan kebutuhan riil di lapangan teridentifikasi secara pasti.
"Kita kalau galang dana sudah dibicarakan di internal saja, jadi tidak di gembar-gembor, tapi nanti kita akan memberikan bantuan langsung," tegas Dedie, Selasa (18/8/2026).
Dia mengatakan, bantuan tersebut masih dalam tahap pembahasan dan diupayakan dapat segera direalisasikan.
Bentuk bantuan pun masih terbuka, baik berupa bantuan dana maupun pembangunan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat terdampak,
“Mungkin kita liat, bisa saja bentuknya uang atau nanti ada pembangunan,” katanya.
Menurut Dedie, Pemkot Bogor terlebih dahulu akan melihat kondisi dan kebutuhan di lokasi bencana.
Baca Juga: Tragedi 17 Agustus: Kecelakaan Maut Motor vs Mobil di Bogor Lewatkan Dua Nyawa
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kemungkinan adanya fasilitas umum seperti sekolah atau rumah ibadah yang mengalami kerusakan parah hingga tidak dapat digunakan.
Ia kemudian menyinggung pengalaman Pemerintah Kota Bogor dalam memberikan bantuan pascabencana di Lombok pada 2018 lalu.
Saat itu, melalui aksi ‘Bogor untuk Lombok’, warga bersama Pemkot Bogor di bawah kepemimpinan Wali Kota Bima Arya berhasil menggalang dana yang kemudian diwujudkan dalam pembangunan sekolah di Desa Sembalun, Lombok.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam melihat kemungkinan pola bantuan untuk korban gempa di NTT.
Namun, Dedie menegaskan pihaknya masih melakukan inventarisasi untuk memastikan kebutuhan apa yang paling mendesak di lokasi terdampak.
“Kalau yang NTT nih kita belum tahu, ada ga sekolah yang runtuh total misalnya. Lagi kita inventarisir dulu, nanti kalau misalkan memungkinkan kita bantu untuk rumah ibadah atau sekolah,” kata Dedie.
Berita Terkait
-
Tragedi 17 Agustus: Kecelakaan Maut Motor vs Mobil di Bogor Lewatkan Dua Nyawa
-
Di Balik Kemeriahan Lomba 17-an, Napas Ekonomi Akar Rumput yang Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
Nama Disebut di Pidato Kenegaraan, Realitas Hidup Susanah Tetap Bertumpu Pada Upah Rp700
-
Disebut Pengupas Bawang oleh Prabowo, Susanah Ternyata Penjahit Lap dan Pencuci Ompreng SPPG
-
Baru Jadi Dirusak Tangan Jahil, Mural Kemerdekaan Bawah Flyover Cileungsi Jadi Korban Vandalisme
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman
-
Bantu Pemulihan Gempa NTT, BRI Peduli Bangun Posko Logistik di Tiga Wilayah
-
Serangan Balik Febrie Adriansyah, Minta 74 Kg Emas dan Uang Tunai Dikembalikan
-
Gempa M 7,7 Guncang Flores, Dedie A. Rachim Inventarisir Sekolah dan Tempat Ibadah Terdampak
-
Tragedi 17 Agustus: Kecelakaan Maut Motor vs Mobil di Bogor Lewatkan Dua Nyawa