- Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menyatakan kebakaran TPA Galuga pada Rabu (9/9/2026) terkendala bara tersembunyi dan gas metan.
- Tim gabungan mengerahkan 36 personel dan 4 alat berat untuk membuat sekat kanal serta membalik tumpukan sampah.
- Pemerintah berkoordinasi dengan tingkat pusat untuk mendatangkan bantuan teknologi seperti water bombing dan penyuntikan cairan.
SuaraBogor.id - Upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menghadapi tantangan teknis yang cukup kompleks.
Meski di permukaan api tampak sudah padam dan hanya menyisakan kepulan asap, ancaman sebenarnya justru tersembunyi di bawah tumpukan sampah.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengungkapkan bahwa berdasarkan pemantauan udara menggunakan drone termal milik Pemerintah Kabupaten Bogor, titik-titik bara api masih aktif di bagian dalam tumpukan.
"Fenomena ini kerap memicu kemunculan titik api baru secara tiba-tiba ketika tertiup angin kencang," ujarnya kepada wartawan, Rabu (9/9/2026).
Proses pemadaman tidak dapat dilakukan secara konvensional semata. Kata politisi Gerindra tersebut, terdapat beberapa faktor utama yang menyulitkan tim gabungan di lokasi.
Mulai dari permukaan sampah yang terlihat padam sering kali menyimpan bara di bagian dalam. Keberadaan gas metan yang tertimbun di TPA mempercepat reaksi pembentukan api kembali (bangkitan potensi) saat terkena oksigen atau aliran udara.
Kemudian kontur sampah yang berbukit dan struktur tanah yang tidak stabil sangat membahayakan personel maupun armada alat berat.
"Pemaksaan penggunaan alat berat di titik curam berisiko menyebabkan kecelakaan kerja atau tanah longsor," jelasnya.
Kemudian, pandangan petugas terhalang oleh asap tebal. Selain itu, panjangnya jangkauan selang serta pembagian cabang aliran menurunkan tekanan air (bar) secara signifikan di titik pemadaman.
Baca Juga: Ada Apa di BPN Kabupaten Bogor? Tim Ditreskrimum dan Brimob Bersenjata Tampak Siaga di Lokasi
Guna mencegah perluasan area terdampak, kata Jenal, tim gabungan yang terdiri dari 36 personel (Damkar, BPBD, Tagana, dan DLH) serta 4 unit alat berat (eksavator/beko) menerapkan dua metode utama.
"Membuat sekat berupa kanal untuk melokalisir api agar tidak merembet ke area penampungan sampah utama. Penyekatan ini sangat krusial mengingat sumber awal api diketahui berasal dari area lahan/perkebunan di sekitar TPA, bukan dari titik pembuangan utama," imbuhnya.
"Alat berat bertugas membalik tumpukan sampah yang berasap untuk membongkar bara di bagian dalam, kemudian tim damkar langsung melakukan penyemprotan secara presisi pada titik merah yang terdeteksi drone termal," sambungnya.
Mengingat daya fisik petugas yang terbatas akibat operasional tak henti dari pagi hingga malam, Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, Kementerian terkait, hingga BNPB.
"Beberapa intervensi teknologi yang diharapkan hadir antara lain water bombing, Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dan alat Injeksi Fluid/penyuntikan cairan," tukasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Ada Apa di BPN Kabupaten Bogor? Tim Ditreskrimum dan Brimob Bersenjata Tampak Siaga di Lokasi
-
Dampak Kebakaran TPA Galuga, 450 Ton Sampah Kota Bogor Tertahan di Truk Pengangkut
-
Kebakaran TPA Galuga Padam, Bupati Bogor: Tinggal Sisa Asap Tebal
-
Api TPA Galuga Berhasil Dikendalikan Setelah 17 Jam Membara
-
Titik Api 500 Meter dari Akses Utama, Helikopter TNI AU Dikerahkan Padamkan TPA Galuga
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Temani Istri Beli Makan, Pria di Bogor Malah Bacok Bobotoh hingga Tewas
-
Pesan Menohok Bupati Bogor ke Pengelola Dapur MBG: Presiden yang Disalahkan jika Ada Kesalahan
-
Kurangi Limbah Dapur, ibis Styles Bogor Pajajaran Pakai Cangkang Telur Dukung Tani & Pendidikan Anak
-
Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang
-
20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor