- Kemenag Kabupaten Bogor belum mengadakan program khusus pelatihan AI bagi santri karena masih menunggu instruksi pusat.
- Raden Enjat Mujiat menyatakan pihak Kemenag berencana memperkuat sosialisasi penggunaan teknologi secara bijak melalui Forum Pondok Pesantren.
- Kabupaten Bogor mencatat 1.532 pesantren dengan lebih dari 100 ribu santri yang perlu dibekali literasi digital.
Sebagai langkah awal, Kemenag Kabupaten Bogor berencana menyusun program sosialisasi melalui Forum Pondok Pesantren (FPP) dan seksi terkait.
Melalui sosialisasi tersebut, pihaknya berharap pengelola pesantren dan santri memperoleh pemahaman yang memadai mengenai penggunaan teknologi digital secara bijak.
Meski demikian, Enjat mengatakan penerapan kebijakan pembelajaran digital secara khusus masih menunggu arahan dari pemerintah pusat. Menurutnya, Kemenag Kabupaten Bogor sebagai instansi vertikal harus menyesuaikan program dengan kebijakan yang ditetapkan di tingkat pusat.
"Iya, itu kan KBM ya dan itu dari pusat. Kita tidak bisa bikin program sendiri. Misalkan begini, kita buat Bogor bikin program ini. Tapi dari pusat belum ada arahan, ya itu kan belum bisa," jelasnya.
Berdasarkan data Kemenag Kabupaten Bogor yang disampaikan Enjat, terdapat 1.532 pesantren yang tercatat dalam sistem Education Management Information System (EMIS), dengan jumlah santri lebih dari 100 ribu orang.
Dengan jumlah tersebut, Enjat berharap penguatan literasi digital dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan santri di Kabupaten Bogor.
Ia menilai, santri tidak cukup hanya dibekali kemampuan memahami ilmu agama, tetapi juga perlu memiliki wawasan dan keterampilan untuk menghadapi perkembangan teknologi.
"Harapannya ya santri bukan hanya tinggal di pesantren. Kemudian dia hanya pandai membaca kitab kuning. Tapi juga tadi membaca literasi khususnya digital," pungkasnya.
Menurut Enjat, penguasaan literasi digital diharapkan dapat melengkapi bekal ilmu agama, karakter, dan akhlak santri sehingga mereka mampu menghadapi tantangan zaman, termasuk ketika kelak menjadi pemimpin.
Baca Juga: Update Dugaan Keracunan MBG di SMPN 2 Cisarua Bogor: Satu Orang Masih Dirawat
Kontributor : Dzihar Islam Nusantara
Berita Terkait
-
Update Dugaan Keracunan MBG di SMPN 2 Cisarua Bogor: Satu Orang Masih Dirawat
-
Saat Pesantren dan Ormas Islam Jadi Pahlawan Pendidikan di Pelosok Bogor
-
Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas Belanja di Gunungsindur Bogor
-
Dugaan Siswa SMPN 2 Cisarua Keracunan Susu UHT MBG, SPPG Buka Suara
-
103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Bupati Bogor Pastikan Biaya Pengobatan Ditanggung
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
333 Kebakaran Terjadi dalam Tiga Bulan di Kabupaten Bogor, 199 Kasus Melanda Lahan Terbuka
-
Santri Bogor Dituntut Melek AI, Kemenag: Program Khusus Belum Ada
-
Update Dugaan Keracunan MBG di SMPN 2 Cisarua Bogor: Satu Orang Masih Dirawat
-
Saat Pesantren dan Ormas Islam Jadi Pahlawan Pendidikan di Pelosok Bogor
-
Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas Belanja di Gunungsindur Bogor