Andi Ahmad S
Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:53 WIB
Kepala Kemenag Kabupaten Bogor, Raden Enjat Mujiat saat menjelaskan fonomena AI di tengah keterbatan santri dalam mengakses digital. [Dziharul Islam Nusantara/SuaraBogor]
Baca 10 detik
  • Kemenag Kabupaten Bogor belum mengadakan program khusus pelatihan AI bagi santri karena masih menunggu instruksi pusat.
  • Raden Enjat Mujiat menyatakan pihak Kemenag berencana memperkuat sosialisasi penggunaan teknologi secara bijak melalui Forum Pondok Pesantren.
  • Kabupaten Bogor mencatat 1.532 pesantren dengan lebih dari 100 ribu santri yang perlu dibekali literasi digital.

Sebagai langkah awal, Kemenag Kabupaten Bogor berencana menyusun program sosialisasi melalui Forum Pondok Pesantren (FPP) dan seksi terkait.

Melalui sosialisasi tersebut, pihaknya berharap pengelola pesantren dan santri memperoleh pemahaman yang memadai mengenai penggunaan teknologi digital secara bijak.

Meski demikian, Enjat mengatakan penerapan kebijakan pembelajaran digital secara khusus masih menunggu arahan dari pemerintah pusat. Menurutnya, Kemenag Kabupaten Bogor sebagai instansi vertikal harus menyesuaikan program dengan kebijakan yang ditetapkan di tingkat pusat.

"Iya, itu kan KBM ya dan itu dari pusat. Kita tidak bisa bikin program sendiri. Misalkan begini, kita buat Bogor bikin program ini. Tapi dari pusat belum ada arahan, ya itu kan belum bisa," jelasnya.

Berdasarkan data Kemenag Kabupaten Bogor yang disampaikan Enjat, terdapat 1.532 pesantren yang tercatat dalam sistem Education Management Information System (EMIS), dengan jumlah santri lebih dari 100 ribu orang.

Dengan jumlah tersebut, Enjat berharap penguatan literasi digital dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan santri di Kabupaten Bogor.

Ia menilai, santri tidak cukup hanya dibekali kemampuan memahami ilmu agama, tetapi juga perlu memiliki wawasan dan keterampilan untuk menghadapi perkembangan teknologi.

"Harapannya ya santri bukan hanya tinggal di pesantren. Kemudian dia hanya pandai membaca kitab kuning. Tapi juga tadi membaca literasi khususnya digital," pungkasnya.

Menurut Enjat, penguasaan literasi digital diharapkan dapat melengkapi bekal ilmu agama, karakter, dan akhlak santri sehingga mereka mampu menghadapi tantangan zaman, termasuk ketika kelak menjadi pemimpin.

Baca Juga: Update Dugaan Keracunan MBG di SMPN 2 Cisarua Bogor: Satu Orang Masih Dirawat

Kontributor : Dzihar Islam Nusantara

Load More