- Sejumlah perangkat elektronik di sekolah Bogor hilang dicuri maling pada Kamis pagi, 22 Oktober 2026.
- Pihak sekolah mengalami kerugian materiel sekitar seratus juta rupiah akibat aksi pencurian tersebut.
- Polsek Rumpin langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi terkait.
SuaraBogor.id - Sejumlah peralatan elektronik milik sebuah sekolah di Kampung Leuwiranji, RT 01/RW 02, Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, raib digondol maling pada Kamis (22/10/2026) pagi.
Akibat kejadian tersebut, pihak sekolah diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp100 juta.
Kapolsek Rumpin, AKP Heri Iwan, mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan untuk mengungkap dugaan tindak pidana pencurian tersebut.
Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 05.30 WIB oleh Badrudin, penjaga sekolah, saat hendak membersihkan ruangan sekolah.
Ketika menuju ruang guru, ia mendapati pintu ruangan dalam keadaan terbuka.
Badrudin kemudian memberitahukan temuan tersebut kepada Ulfa, salah seorang guru, serta ketua RT setempat.
Setelah dilakukan pengecekan bersama, mereka menemukan bekas congkelan pada daun jendela ruang guru.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa pelaku masuk ke dalam bangunan sekolah melalui jendela.
"Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas Desa Sukamulya, Aiptu Asep H. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas piket fungsi Polsek Rumpin mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi," katanya kepada wartawan.
Baca Juga: 333 Kebakaran Terjadi dalam Tiga Bulan di Kabupaten Bogor, 199 Kasus Melanda Lahan Terbuka
Dari hasil pemeriksaan awal, sejumlah peralatan elektronik dilaporkan hilang. Barang-barang tersebut meliputi tujuh unit laptop, tiga unit notebook, dua unit printer, satu unit sound system, satu unit amplifier audio, satu unit mesin printer, serta satu set komputer yang masih berada di dalam dus.
Akibat pencurian tersebut, kerugian materiil yang dialami pihak sekolah diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Pelaksana tugas (Pjs.) kepala sekolah, Ayub, selanjutnya membuat laporan polisi di Polsek Rumpin agar kasus tersebut dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Dalam penanganan kasus ini, personel Polsek Rumpin yang terlibat antara lain Kanit Reskrim AKP Chandra Purba, S.H., Pawas IPTU Sugeng Purwanto, serta personel piket Reskrim dan piket fungsi," imbuhnya.
Dia menambahkan, bahwa saat ini Polisi telah melakukan pengecekan TKP, meminta keterangan saksi-saksi, mendokumentasikan kondisi lokasi dan sekitarnya, serta mengumpulkan informasi untuk mengungkap pelaku pencurian.
Berita Terkait
-
333 Kebakaran Terjadi dalam Tiga Bulan di Kabupaten Bogor, 199 Kasus Melanda Lahan Terbuka
-
Santri Bogor Dituntut Melek AI, Kemenag: Program Khusus Belum Ada
-
Update Dugaan Keracunan MBG di SMPN 2 Cisarua Bogor: Satu Orang Masih Dirawat
-
Saat Pesantren dan Ormas Islam Jadi Pahlawan Pendidikan di Pelosok Bogor
-
Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas Belanja di Gunungsindur Bogor
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Sekolah di Rumpin Dibobol Maling, Sejumlah Laptop dan Peralatan Elektronik Raib
-
Optimisme Bisnis Berlanjut, BRI Gelontorkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham Tahap II
-
333 Kebakaran Terjadi dalam Tiga Bulan di Kabupaten Bogor, 199 Kasus Melanda Lahan Terbuka
-
Santri Bogor Dituntut Melek AI, Kemenag: Program Khusus Belum Ada
-
Update Dugaan Keracunan MBG di SMPN 2 Cisarua Bogor: Satu Orang Masih Dirawat