Masyarakat yang tinggal di sepanjang jalan tersebut pun terlihat sangat memperhatikan dengan detail. Ketika pada waktu itu kendaraan motor dibawa kami melintasi mereka, ada juga beberapa orang yang berkumpul dengan jarak kurang lebih 200 meter. Mereka terlihat berpakaian seperti masyarakat biasa pada umumnya.

Saat kami mulai mendekati area gerbang pintu utama penjagaan menuju ponpes itu (11/12/2020) terlihat sepi pada pukul 17.00 WIB. Namun, dari kejauhan sejumlah anggota FPI terlihat sedang berdiri melakukan penjagaan.
Kami pun memilih untuk membelokan kendaraan motor yang dibawa ke sebuah gang perkampungan disana. Karena kami menilai, jika dipaksakan mendekat ke lokasi dimana anggota FPI berdiri dikhawatirkan akan terjadi hal yang tidak diinginkan.
Setelah kembali menjauh dengan terus masuk menuju perkampungan, kami memilih untuk istirahat terlebih dahulu di sebuah warung warga. Bahkan, sempat berencana memutuskan untuk kembali menjauh dari Desa Sukagalih.
Baca Juga:Habib Rizieq Shihab Datangi Polda Metro Jaya
Tapi, dengan kondisi yang tidak memungkinkan untuk mengambil gambar suasana didepan pintu penjagaan, apalagi untuk bisa masuk ke dalam ponpes. Kami mencoba menghubungi salah satu Kuasa Hukum FPI, Aziz Yanuar.
Saat dihubungi Aziz mengatakan, dirinya tidak bisa memastikan kami bisa mengambil gambar suasana di pintu penjagaan utama apalagi di dalam ponpes. Karena, kondisinya saat ini berbeda setelah ditetapkannya Imam Besarnya itu menjadi tersangka.
![Suasana menuju Ponpes Agrokultural Markaz Syariat Megamendung, Bogor, yang rencananya akan dikunjungan pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab, Senin (9/11/2020). [Suara.com/Andi Ahmad Sulaendi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/11/09/28108-ponpes-agrokultural-markaz-syariat-megamendung-bogor.jpg)
"Khawatir malah ada apa-apa. Nggak apa-apa bilang nama saya di sana. Tapi saya nggak ada kewenangan di sana," kata Aziz.
Pada pukul 17.30 WIB, kami mencoba menuju ke pintu utama Ponpes yang sedang dijaga sejumlah anggota FPI berpakaian serba putih tersebut. Saat keluar gang perkampungan kembali ke jalan menuju Ponpes, mereka (Anggota FPI) seketika fokus melihat ke arah kami.
Kami pun langsung memarkirkan kendaraan dekat warung dimana sejumlah anggota FPI tersebut berada. Perlahan kami melangkah mencoba mendekat, menyapa satu persatu sambil memperkenalkan diri bahwa kami dari media.
Baca Juga:Polda Ultimatum Ketua FPI Shabri Lubis Cs: Serahkan Diri atau Kami Tangkap
Salah satu anggota FPI mengenakan jaket berwarna hijau tersebut mempertanyakan tujuan kedatangan kami. Kami pun langsung meminta izin untuk mengambil suasana gambar di pintu utama tersebut.
"Tujuan ke sini mau ngapai ya, dari mana? dan mau ngapain," kata pria berbadan tinggi kulit hitam tersebut.
"Izin A, kita dari media ditugaskan sama kantor untuk mengambil gambar suasana gerbang," kata kami berdua.
"Bentar ya saya izin dulu ke Danru di sini," ucapnya sambil menyuruh anggota FPI lainnya untuk menghubungi langsung kepada Danrunya, yang berada di sebuah bangunan percis berada di gerbang penjagaan.
Kami pun disuruh untuk duduk dan menunggu konfirmasi tersebut, di sebuah bangunan atau warung yang bersebrangan langsung dengan pintu penjagaan utama tersebut.
![Suasana menuju Ponpes Agrokultural Markaz Syariat Megamendung, Bogor, yang rencananya akan dikunjungan pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab, Senin (9/11/2020). [Suara.com/Andi Ahmad Sulaendi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/11/09/12529-ponpes-agrokultural-markaz-syariat-megamendung-bogor.jpg)
Ada sebanyak 11 orang berjaga di luar gerbang, dan juga terlihat sejumlah anggota lainnya di area dalam gerbang Ponpes.