Kasus Jenazah Covid-19 Hampir Tertukar, Ini 2 Poin Evaluasi RSUD Kota Bogor

Bima meminta manajemen RSUD Kota Bogor untuk merekrut nakes baru untuk mengisi kekosongan posisi mereka yang positif Covid-19.

Rizki Nurmansyah
Rabu, 06 Januari 2021 | 14:19 WIB
Kasus Jenazah Covid-19 Hampir Tertukar, Ini 2 Poin Evaluasi RSUD Kota Bogor
Suasana luar RSUD Kota Bogor. [Suara.com/Andi Ahmad Sulaendi]

Disinggung mengenai minimnya tenaga kesehatan (nakes) yang berjaga pada malam hari di RSUD Kota Bogor, Bima tidak memungkirinya.

Dia mengaku, saat ini, jumlah nakes memang berkurang. Mereka yang harusnya ikut merawat pasien positif Covid-19, ada yang ikut tertular.

Alhasil, pekerjaan tertentu harus ditangani nakes lain secara double.

Bima pun meminta manajemen RSUD Kota Bogor untuk merekrut nakes baru untuk mengisi kekosongan posisi mereka yang positif Covid-19.

Baca Juga:Dinkes Bogor Tak Becus Hadapi Covid-19, Walkot Bima: Kita Butuh Petarung!

"Karena banyak nakes yang terpapar, kemudian jadi kurang. Jadi, saya minta tolong diatasi kesulitan itu. Kan sekarang juga sedang dilakukan proses rekrutmen nakes oleh RSUD,” kata Bima.

Patuhi SOP

Di lain pihak, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto menyarankan agar nakes yang bekerja menangani pasien Covid-19 mematuhi standar operasional prosedur (SOP).

Pun dengan manajemen RSUD Kota Bogor wajib memperkuat SOP agar ditaati seluruh nakes.

Atang memahami jika para nakes semakin lelah, dan beban kerjanya bertambah berat.

Baca Juga:Makam Tumpang Covid-19, Wagub DKI: Rata-rata Ahli Waris Tak Masalah

Dengan kondisi seperti itu, sambung dia, apalagi saat ini tingkat penyebaran Covid-19 di Kota Bogor semakin tinggi di angka 60-70-an kasus positif per hari.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini