-
Muhaimin Iskandar menegaskan pernyataan Presiden Prabowo bahwa PKB harus terus diawasi hanyalah sebuah candaan biasa. Ia membantah adanya maksud terselubung atau kekhawatiran terkait manuver politik partai di masa depan.
-
Meskipun PKB sempat menjadi rival saat Pilpres 2024, kini partai tersebut telah resmi bergabung dalam koalisi pemerintah. Prabowo melempar kelakar tersebut di tengah suasana retret kabinet yang sangat akrab.
-
Muhaimin memastikan hubungan koalisi tetap solid dan tidak ada hal mencurigakan yang perlu diawasi. Candaan atau "gojlokan" semacam itu dianggap hal yang lumrah terjadi di antara para pemimpin partai.
SuaraBogor.id - Dinamika politik di awal tahun 2026 kembali menyita perhatian publik. Bukan karena ketegangan atau konflik, melainkan karena momen cair yang terjadi di lingkaran istana.
Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan gaya komunikasinya yang khas saat memimpin retret jilid kedua Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya, Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (6/1).
Di tengah sesi serius pengarahan menteri, Prabowo melontarkan kelakar yang langsung menyasar salah satu partai koalisi besarnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Di hadapan para menteri dan ketua umum partai, Prabowo berseloroh bahwa partai yang dipimpin oleh Muhaimin Iskandar (Cak Imin) itu perlu pengawasan ekstra.
Baca Juga:Rp6.500 Per Kg Gabah dan Pupuk Turun 20 Persen: Jurus Prabowo Bikin Petani Bogor Cuan Gila-Gilaan
"Di sini koalisi kita kuat ya? Ketua-ketua partai semua ada di sini ya? Ada. Ketua PKB ada? Oh, kayak Pak PKB yang harus diawasi terus nih," ujar Prabowo yang disambut tawa peserta retret.
Pernyataan tersebut tentu memancing rasa penasaran publik dan awak media. Apakah ini sinyal adanya ketidakpercayaan atau kekhawatiran Presiden terhadap loyalitas PKB? Mengingat sejarah politik 2024 di mana mereka sempat berseberangan.
Menanggapi hal tersebut, Muhaimin Iskandar yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, merespons dengan sangat santai alias santuy.
Usai acara, Cak Imin menepis segala spekulasi liar mengenai keretakan hubungan atau kecurigaan manuver politik.
"Ya (itu) bercanda, bercanda," kata Muhaimin sembari tersenyum kepada wartawan, Selasa malam.
Baca Juga:Puluhan Warga Penuhi Area Kebakaran Hebat di Bogor Hingga Persulit Kerja Damkar
Cak Imin menegaskan bahwa gaya komunikasi Prabowo memang sering diwarnai humor. Ia membantah keras jika ucapan tersebut dimaknai sebagai sinyal kewaspadaan istana terhadap gerak-gerik partainya di kemudian hari.
"Nggak, nggak, nggak. Bercanda, begitu-begitu biasalah, sering begitu," tegasnya.
Bagi Cak Imin, interaksi semacam ini adalah hal lumrah dalam hubungan persahabatan politik mereka. Ia bahkan menggunakan istilah lokal yang akrab di telinga anak muda Jawa.
"Sering begitu, bercanda begitulah, gojlok'an begitu," tambahnya.