- Pemkab Bogor menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Cibinong pada 26/2 untuk menstabilkan harga jelang Ramadan 1447 H.
- GPM bertujuan menyediakan bahan pokok terjangkau melalui subsidi, dengan rencana total 490-500 kegiatan sepanjang tahun 2026.
- Kegiatan ini menyediakan beragam komoditas penting dengan harga lebih murah dan tidak menggunakan sistem paket sesuai kebutuhan warga.
SuaraBogor.id - Bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M telah tiba Pemerintah Kabupaten Bogor menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga pangan dan membantu masyarakat di tengah potensi kenaikan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Pemkab kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Istimewa yang sangat dinanti warga. Kegiatan ini dilaksanakan di sekitar Masjid Nurul Wathon, Cibinong, pada Kamis (26/2).
GPM Istimewa ini bukan hanya sekadar acara, melainkan upaya konkret pemerintah daerah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menekan laju inflasi yang kerap terjadi menjelang Lebaran.
Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Sutriana, menjelaskan bahwa pelaksanaan GPM merupakan arahan langsung dari Bupati Bogor untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.
Baca Juga:Rudy Susmanto Kembali Rombak 21 Pejabat Kabupaten Bogor, Cek Daftar Lengkapnya
Pada tahun 2026, GPM Istimewa direncanakan akan dilaksanakan sekitar 50 kali oleh Dinas Ketahanan Pangan. Hingga saat ini, kegiatan tersebut telah digelar kurang lebih tujuh kali.
Selain itu, masing-masing kecamatan juga ditargetkan melaksanakan GPM sebanyak 11 kali dalam satu tahun. Jika ditotal, hingga akhir tahun pelaksanaan GPM diperkirakan mencapai sekitar 490 hingga 500-an kali kegiatan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.
“GPM Istimewa dilaksanakan jelang momentum HBKN seperti Ramadan, Idul Fitri, Idul Adha, serta Natal dan Tahun Baru, mengingat pada periode tersebut harga bahan pokok cenderung mengalami kenaikan,” ungkapnya.
Adapun komoditas yang dijual dalam GPM meliputi beras, telur, minyak goreng, gula, daging ayam, daging sapi, aneka sayuran, cabai, bawang, dan kebutuhan pokok lainnya.
Harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan harga pasar karena adanya subsidi atau fasilitas distribusi pangan dari Pemerintah Kabupaten Bogor, dengan besaran kurang lebih Rp4.000 per kilogram untuk komoditas tertentu.
Baca Juga:Jadwal Buka Puasa Bogor, Depok dan Cianjur Kamis 26 Februari 2026
Pada GPM Istimewa kali ini, kegiatan diikuti lebih dari 750 warga. Adapun stok yang disediakan antara lain beras sebanyak 5,5 ton, daging ayam 100 kilogram, daging sapi 100 kilogram, minyak goreng 1.000 liter, telur 700 kilogram, gula 1.000 kilogram, aneka cabai 80 kilogram, serta aneka bawang 80 kilogram.
“Dalam pelaksanaannya, GPM tidak menggunakan sistem paket. Warga dapat membeli komoditas sesuai kebutuhan masing-masing, dengan pembatasan jumlah pembelian guna pemerataan, misalnya maksimal dua kemasan per orang untuk komoditas tertentu,” terang Sutriana.
Salah satu warga, Eka, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Menurutnya, GPM ini sangat membantu masyarakat, terutama karena harga sembako lebih murah dibandingkan di supermarket maupun di pasaran.
“Terima kasih pak Bupati Bogor, program ini benar-benar membantu kami, khususnya ibu-ibu rumah tangga,” ujar Eka.
Eka berharap kedepan jumlah sembako yang disediakan dapat diperbanyak dan pelaksanaannya diperluas ke lebih banyak wilayah, serta diadakan secara rutin setiap bulan.
Menurutnya, tingginya antusiasme warga terlihat dari antrian yang mencapai ratusan orang hingga stok cepat habis.
Rencananya hingga menjelang Idul Fitri, GPM Istimewa akan dilaksanakan sebanyak lima hingga tujuh kali, disesuaikan dengan ketersediaan anggaran, agar semakin banyak masyarakat Kabupaten Bogor yang merasakan manfaatnya