
"Orang zalim dan yang dizalimi, pembela kebenaran dan pembela kebatilan sudah ada dari zaman dahulu, hanya sekarang mereka sudah dibawah tanah, salah satunya berada di taman dari taman-taman surga dan satunya lagi berada di jurang dari jurang-jurang neraka.
Demi Allah sungguh kita pasti menyusul mereka, maka ambillah pelajaran dari orang-orang sebelummu! Jangan terpedaya dengan perhiasan dan syahwat dunia," kata Syekh Ali Jaber.
Mahkota Kehormatan
Syekh Ali juga mengingatkan mengenai kehormatan yang tak bisa diukur dengan materi dunia.
Baca Juga:Daftar 11 Ulama Meninggal Dunia di Bulan Januari
Mahkota kehormatan yang dimaksud oleh Syekh Ali Jaber adalah menghafal Al-Qur'an.
"Walau engkau habiskan berjuta-juta uang untuk anakmu yang engkau sekolahkan di sekolah asing, tetap saja mereka akan kabur di hari seorang anak akan kabur dari ayahnya. Namun ketika engkau menghafalkan mereka Al-Qur'an, mereka akan mencarimu untuk memakaikan mahkota kehormatan. Renungi baik-baik," tutur Syekh Ali Jaber.

Kebahagiaan Ibarat Kupu-kupu
Syekh Ali Jaber membagikan pesan hikmad dari kebahagiaan. Menurutnya, kebahagiaan diibaratkan seperti seekor kupu-kupu.
"Kebahagiaan itu ibaratnya kupu-kupu, jika kau mengejarnya ia melarikan diri darimu. Tapi jika kau duduk dengan tenang, ia akan turun ke tanganmu. Maka bersabarlah karena sabar itu indah," ungkap Syekh Ali Jaber.
Baca Juga:Sosok Syekh Ali Jaber di Mata Anak: Suka Bercanda, Tak Pernah Marah