Kedua, kata Bima, kurangnya tempat tidur di Rumah Sakit (RS) rujukan pasien Covid-19.
"Terpaksa ada yang dirawat di rumah sendiri untuk isolasi mandiri. Hal itu justru sangat rawan menularkan virus kepada orang lain, atau satu rumah," jelasnya
"Kita genjot di tiga hal itu, membubarkakan kerumunan, mengurangi mobilitas serta menambah tempat tidur untuk pasien Covid-19 di RS," sambungnya.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat ini juga akan ada salah satu hotel yang difungsikan untuk pasien Covid-19 dengan kategori Orang Tanpa Gejala (OTG).
Baca Juga:Takut RS DKI Penuh, Pasien Covid Bodetabek Terancam Dipulangkan ke Asalnya
"Dalam waktu dekat kita akan resmikan hotel untuk pasien OTG," tutupnya.
![Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto (tengah) meninjau RS Lapangan di GOR Padjajaran, Senin (18/1/2021). [Dok. Tim Porkompim Kota Bogor]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/01/18/83673-wali-kota-bogor-bima-arya-sugiarto.jpg)
Data yang dihumpun Suarabogor.id, saat ini kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bogor sebanyak 7.041 orang.
Dengan rincian 1.252 masih menjalani isolasi, 5.643 sembuh, 146 meninggal dunia.
Kontributor : Andi Ahmad Sulaendi
Baca Juga:Seperempat Pasien Covid-19 di DKI dari Bodetabek, DPRD Minta Dikembalikan