Adu NU-Muhammadiyah, Pandji Pragiwaksono Lebih Parah dari Ratna Sarumpaet

Lebih parahnya Pandji Pragiwaksono mengutip omongan Sosiolog Tamrin Tomagola secara tidak benar.

Pebriansyah Ariefana
Minggu, 24 Januari 2021 | 08:35 WIB
Adu NU-Muhammadiyah, Pandji Pragiwaksono Lebih Parah dari Ratna Sarumpaet
Ratna Sarumpaet bebas. (dok pengacara)
Klarifikasi Tamrin Tomagola soal Pandji sebut FPI Lebih Merakyat (Twitter/sahal_as)
Klarifikasi Tamrin Tomagola soal Pandji sebut FPI Lebih Merakyat (Twitter/sahal_as)

Tamrin membantah jika ia telah memuji FPI lebih baik dibandingkan ormas Islam lainnya. Ia mengaku hanya menyajikan fenomena sesuai realita.

"Tidak sama sekali, saya sekadar mengamati realita dan mengungkapnya secara bebas nilai atau penilaian," ungkap Tamrin.

Tamrin menjelaskan, konteks pembicaraan mengenai FPI, NU dan Muhammadiyah kala itu membahas tentang kondisi kehidupan kelompok miskin kota (miskot) di perkampungan kumuh miskin (kumis) Jakarta.

Menurutnya, NU dan Muhammadiyah kurang menyambangi dan mendampingi meringankan beban kehidupan ummat kelompok miskot di perkampungan kumis Jakarta.

Baca Juga:Pandji Bandingkan FPI dengan NU dan Muhammadiyah, Kill the DJ Tertawa

"Kekosongan pendampingan itu kemudian diisi oleh FPI," ujar Tamrin.

Klarifikasi Tamrin Tomagola soal Pandji sebut FPI Lebih Merakyat (Twitter/sahal_as)
Klarifikasi Tamrin Tomagola soal Pandji sebut FPI Lebih Merakyat (Twitter/sahal_as)

FPI, kata Tamrin, memiliki konsep Kiai Kampung yang pintu rumahnya terbuka 24 jam untuk ummat kelompok miskot di perkampungan kumis Jakarta.

Konsep tersebut juga sama ditemui oleh konsep para kiai NU di pedesaan Jawa dan Kalimantan.

Adapun terkait penggunaan kata-kata 'rakyat' dan 'elitis', Tamrin enggan berkomentar.

Ia meminta publik untuk menanyakan langsung kepada Pandji yang mengeluarkan kata-kata tersebut.

Baca Juga:Sebut Banjir Terjadi karena Air Antre Masuk Selokan, Risma Ditertawakan

"Penggunaan kata-kata 'rakyat' dan 'elitis' sebaiknya ditanyakan kepada saudara Pandji sendiri," tuturnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini