- Pengajian perdana putra Wakil Bupati Bogor, Al Ridwan, dihadiri ratusan warga di Kampung Cileuksa pada 2 Februari 2026.
- Jaro Ade tampak tegar namun berlinang air mata saat prosesi pengajian berlangsung di tengah kerumunan pelayat.
- Pelayat dari berbagai penjuru Bogor dan Banten hadir, serta pejabat yang mengirimkan karangan bunga duka cita.
SuaraBogor.id - Senin, 2 Februari 2026, malam, menjadi saksi bisu betapa kuatnya ikatan batin dan solidaritas di Kabupaten Bogor. Kampung Cileuksa, Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, dipenuhi oleh ratusan warga yang tumpah ruah di kediaman almarhum Al Ridwan, putra dari Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi atau yang akrab disapa Jaro Ade.
Mereka berkumpul untuk pengajian perdana almarhum Al Ridwan, mendoakan kepergian sosok yang dikenal baik dan humoristis itu.
Suasana haru menyelimuti setiap jengkal, dari dalam masjid hingga halaman depan dan belakang rumah, seiring lantunan Surat Yasin yang terus bergema.
Duka cita Bogor ini tak hanya dirasakan oleh masyarakat lokal. Momen pengajian Al Ridwan ini menyuguhkan berbagai pemandangan mengharukan yang patut kita renungi bersama.
Baca Juga:Takziah Tengah Malam, Bupati Bogor Beri Dukungan Moral dan Doa untuk Almarhum Putra Jaro Ade
Berikut adalah 5 pemandangan mengharukan yang terekam di pengajian perdana Al Ridwan:
1. Lautan Manusia dari Berbagai Penjuru, Bukti Solidaritas Tak Terbatas
Kehadiran pelayat sungguh luar biasa. Bukan hanya dari wilayah Sukajaya atau Bogor saja, terpantau warga dari berbagai daerah di Bogor, bahkan hingga dari Banten, turut hadir mengiringi pengajian.
Kerumunan ini memenuhi seluruh area kediaman almarhum, masjid, hingga halaman depan dan belakang rumah. Ini adalah bukti nyata solidaritas dan betapa Al Ridwan, serta keluarga besar Jaro Ade, memiliki tempat di hati banyak orang. Momen ini menegaskan bahwa duka Al Ridwan adalah duka bersama.
2. Ketegaran Jaro Ade yang Terurai Air Mata
Baca Juga:Ratusan Warga Tumpah Ruah di Pengajian Perdana Al Ridwan, Jaro Ade Tegar Mengusap Air Mata
Di tengah lautan pelayat dan lantunan doa, fokus tak luput dari Jaro Ade. Sebagai seorang ayah yang kehilangan putra laki-laki pertamanya, ia terpantau begitu tegar menghadapi ujian terberat ini.
Namun, di balik ketegarannya, terlihat jelas air mata Jaro Ade yang tak terbendung, sesekali diusapnya dengan punggung tangan.
Mengenakan kemeja putih panjang, peci hitam, dan celana hitam, sosok politisi Bogor Barat yang khas itu duduk di tengah jemaah, memberikan gambaran perjuangan seorang ayah menghadapi duka yang mendalam.
3. Kenangan Abadi Akan Sosok yang Baik dan Humoristis
Al Ridwan, yang berpulang di usia 22 tahun, akan selalu dikenang sebagai pribadi yang baik hati dan humoristis oleh keluarga dan warga Sukajaya.
![Momen Bupati Bogor, Rudy Susmanto dan Dandim 0621 Kabupaten Bogor, Letkol Inf. Henggar Tri Wahono melayat ke rumah duka Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi di Cileuksa, Sukajaya, Bogor, (Senin 2/1/2026) [Andi Ahmad S/Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/03/27348-rudy-susmanto.jpg)
Kebaikan almarhum tidak bisa dilupakan oleh orang-orang terdekatnya. Sosoknya yang ceria dan penuh tawa kini hanya tinggal kenangan.