Mata Air dan Sumur Mengering, 90 Jiwa di Bogor Selatan Terdampak Bencana Kekeringan

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, mengonfirmasi bahwa surutnya pasokan air warga menjadi pemicu utama krisis ini.

Andi Ahmad S
Selasa, 04 Agustus 2026 | 18:28 WIB
Mata Air dan Sumur Mengering, 90 Jiwa di Bogor Selatan Terdampak Bencana Kekeringan
Petugas BPBD saat menyalurkan 4.000 liter aing bersih kepada 90 jiwa di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.[SuaraBogor/HO/BPBD Kota Bogor]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 90 jiwa di Bogor Selatan terdampak kekeringan akibat sumur dan mata air yang mengering pada Agustus 2026.
  • BPBD Kota Bogor menyalurkan 4.000 liter air bersih pada 4 Agustus 2026 untuk mengatasi krisis warga tersebut.
  • BMKG memprediksi puncak kemarau terjadi Agustus hingga September 2026 sebelum musim hujan mulai Oktober 2026.

SuaraBogor.id - Bencana kekeringan mulai melanda wilayah Kota Bogor, Jawa Barat. Sebanyak 90 jiwa dari 15 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Situ Beureum RT 004/RW 001, Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, kini harus berjuang menghadapi krisis air bersih setelah sumber mata air dan sumur warga mengering.

Merespons laporan masyarakat yang masuk pada Senin (3/8/2026) sore, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor bergerak cepat menurunkan personel ke lokasi terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, mengonfirmasi bahwa surutnya pasokan air warga menjadi pemicu utama krisis ini.

"Kekeringan terjadi karena sumber mata air dan sumur milik warga mengalami kekeringan, sehingga berdampak kepada 15 KK atau 90 jiwa di wilayah tersebut," ujar Dimas saat memberikan keterangan pada Selasa (4/8/2026).

Baca Juga:Berawal dari Bau Busuk Menyengat, Saksi Intip Jendela dan Temukan Pensiunan ASN Meninggal Kaku

Setelah melakukan asesmen dan koordinasi BPBD langsung menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga.

"Kami telah mendistribusikan sebanyak 4.000 liter air bersih kepada warga terdampak. Penanganan di lokasi telah selesai dilaksanakan oleh personel BPBD.” Kata Dimas.

Untuk Diketahui, warga Kota dan Kabupaten Bogor diimbau bersiap menghadapi musim hujan yang diperkirakan mulai berlangsung pada Oktober hingga November 2026.

BMKG memprediksi puncak musim kemarau terjadi pada Agustus hingga September 2026. Setelah itu, musim hujan akan mulai meluas secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia.

Kawasan Indonesia bagian barat diperkirakan menjadi wilayah yang lebih dulu mengalami peningkatan curah hujan.

Baca Juga:Kerahkan 1.105 Personel Gabungan, Polda Jabar Perketat Pengamanan Laga Timnas Indonesia vs Vietnam

Karena berada di Jawa Barat, Kota dan Kabupaten Bogor diprediksi mulai memasuki musim hujan pada Oktober 2026 dengan intensitas hujan yang terus meningkat.

Meski masih dalam periode kemarau, hujan diperkirakan tetap dapat turun di sejumlah wilayah selama agustus hingga September.

BMKG juga memprediksi fenomena El Nino akan berlanjut hingga awal 2027 dengan puncak intensitas diperkirakan terjadi pada Desember 2026.

Keberadaan El Nino berpotensi memengaruhi pola curah hujan, meski dampaknya dapat berbeda di setiap daerah.

Kontributor : Dziharul Islam Nusantara

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak