Pertamax Cuma Turun Rp300 Per-Liter, Pengendara Mengeluh: Kurang Berasa, Kemarin Naiknya Gede

Sorotan utama tertuju pada harga BBM jenis Pertamax yang mengalami penurunan tipis sebesar Rp300 per liter dari Rp16.250 menjadi Rp15.950.

Andi Ahmad S
Senin, 03 Agustus 2026 | 15:33 WIB
Pertamax Cuma Turun Rp300 Per-Liter, Pengendara Mengeluh: Kurang Berasa, Kemarin Naiknya Gede
Sejumlah pengendara saat mengantre dan mengisi pertamax di SPBU KS Tubun, Kota Bogor, Jawa Barat. [FOTO: Dziharul Islam Nusantara/SuaraBogor].
Baca 10 detik
  • Sejumlah operator SPBU di Jabodetabek menurunkan harga Pertamax sebesar Rp300 per liter pada 1 Agustus 2026.
  • Pengendara di wilayah Bogor dan Bekasi mengeluhkan penurunan harga tersebut karena dinilai terlalu kecil dan tidak sebanding.
  • Masyarakat tetap terpaksa membeli Pertamax demi kesehatan mesin kendaraan meskipun merasa tidak puas dengan kebijakan tersebut.

SuaraBogor.id - Kebijakan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per 1 Agustus 2026 yang diterapkan sejumlah operator SPBU di wilayah Jabodetabek memicu beragam respons dari masyarakat.

Sorotan utama tertuju pada harga BBM jenis Pertamax yang mengalami penurunan tipis sebesar Rp300 per liter dari Rp16.250 menjadi Rp15.950.

Sayangnya, pemotongan harga ini dinilai tak sebanding dengan lonjakan kenaikan harga sebelumnya.

Sejumlah pengendara, termasuk warga yang hendak berwisata ke kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, mengaku penurunan tersebut tidak memberi dampak berarti bagi pengeluaran mereka.

Baca Juga:Bus Listrik Bogor Siap Layani Rute Wisata: Sambungkan Pakansari, Margo City Hingga Puncak

"Duh, kurang berasa banget, terlalu kecil. Padahal kemarin naiknya gede banget dari 12 ribu ke 16 ribu," keluh Muhammad Rijal (30), warga Cibinong saat ditemui di SPBU KS Tubun, Kota Bogor, Minggu (2/8/2026).

Meski mengaku tidak puas, Rijal mengatakan diriya tetap menggunakan Pertamax karena menyesuaikan kebutuhan kendaraannya.

"Ya karena motor saya kasian, enggak cocok kalau pakai Pertalite, suka ngebrebet knalpotnya. Jadi ya mau enggak mau secara terpaksa saya harus pakai Pertamax. Kalau Pertamax kan agak bersihya bensinnya, beda dengan Pertalite,” ujarnya.

Menurut dia, kebijakan penurunan harga tersebut juga belum mencerminkan keberpihakan kepada masyarakat.

"Ya jelas enggak lah, ini tuh kayak kebijakan yang kurang merakyat. Realistis aja, 300 perak mana kerasa sih penurunan segitu,” cetusnya.

Baca Juga:Digerebek Tanpa Busana di Kontrakan, 3 Pria Diduga Pesta Gay di Citeureup Diarak Warga

Senada dengan Rijal, Dika (28), warga Parung, mempertanyakan alasan penurunan harga yang hanya Rp300 per liter.

"Sebenernya kenapa sih dituruninnya cuman 300 perak? Kan naiknya yang kemarin sangat besar hingga ribuan, nah kenapa dituruninnya cuman 300,” ujarnya.

“Pengennya sih balik lagi ke harga kemarin, ke 12 ribu. Cuman kan balik lagi ke kebijakan pemerintahnya gimana,” kata dia.

Sebab, ia menilai penurunan harga kali ini belum cukup signifikan.

"Kalau dilihat dari penurunannya sama sekali ga berpihak pada masyarakat, cuman kok kenapa angka turunnya itu kecil gitu kan, itu aja sih,” kata Dika.

Hal serupa disampaikan Agus (24), warga Bekasi, yang hendak menuju Kopi Daong dikawasan Kota Bogor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak