- Pemkab Bogor mengerahkan tim patroli dan alat berat untuk mengatasi kebakaran di TPAS Galuga.
- Petugas gabungan dibagi menjadi tiga shift untuk melakukan penanganan selama 24 jam penuh.
- Pembuatan embung sederhana dilakukan untuk mendekatkan sumber air ke lokasi kebakaran seluas 40 hektare.
SuaraBogor.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menerjunkan tim patroli untuk memantau sejumlah kawasan di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, yang sebelumnya menjadi titik munculnya api.
Tim patroli tersebut bertugas memonitor kondisi di sekitar area TPAS Galuga, khususnya kawasan yang sudah tidak lagi terdapat titik api maupun bara. Jika kembali ditemukan titik api, petugas diminta segera melaporkannya ke posko utama untuk dilakukan penanganan.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, patroli diperlukan mengingat luas kawasan TPAS Galuga mencapai lebih dari 40 hektare.
Kondisi tersebut membuat proses pemantauan dan penanganan titik api menjadi tidak mudah, terutama karena sejumlah lokasi hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki.
Baca Juga:Berjibaku 24 Jam di TPAS Galuga, Sinergi Bogor Raya Tekan Kobaran Api Hingga Sisa Titik Akhir
"Area TPAS Galuga ini cukup luas, lebih dari 40 hektare. Akses yang ditempuh dengan berjalan kaki jaraknya cukup jauh," kata Rudy kepada wartawan, Senin dini hari di TPAS Galuga.
Menurutnya, kendaraan seperti mobil maupun sepeda motor tidak dapat menjangkau sejumlah lokasi yang masih terdapat bara api. Hanya alat berat yang dapat masuk ke beberapa titik tersebut.
"Hanya alat berat yang bisa masuk. Jadi memang membutuhkan energi fisik yang harus prima dalam penanganan pemadaman kebakaran di TPA Galuga," ujarnya.
Rudy juga menjelaskan, Pemkab Bogor telah membagi petugas ke dalam tiga shift untuk memastikan penanganan kebakaran berlangsung selama 24 jam.
"Walaupun 24 jam mereka bertugas, tujuh sampai delapan jam per hari," imbuhnya.
Baca Juga:Dipicu Angin Kencang, Titik Api Baru Kembali Membakar TPA Galuga Bogor
Selain menerjunkan tim patroli, tim gabungan juga membuat sejumlah embung sederhana sebagai penampungan air untuk mendekatkan sumber air ke lokasi penanganan.
Rudy menjelaskan, sumber air awal berada sekitar satu hingga dua kilometer dari lokasi. Air kemudian dialirkan menuju embung kedua dan selanjutnya diteruskan ke embung ketiga menggunakan mesin pompa.
"Kita tarik dari titik awal kurang lebih jaraknya sekitar satu sampai dua kilometer dari sini, masuk ke embung kedua. Embungnya sederhana, kedalaman hanya sekitar satu sampai dua meter menggunakan terpal. Dari embung kedua disalurkan ke titik embung ketiga, semuanya ditarik dengan mesin," jelasnya.
Rudy berharap upaya seluruh petugas gabungan yang berjibaku melakukan penanganan kebakaran sepanjang malam dapat membuahkan hasil yang lebih baik dan kondisi di TPAS Galuga segera terkendali.
"Mudah-mudahan esok hari membuahkan hasil yang jauh lebih baik lagi," tegas Rudy.