Bahaya, 13 Hektar Sawah di Cianjur Gagal Panen Karena Tanah Bergerak

Kepala Desa Rawabelut, Sarip Hidayat saat dihubungi Rabu (10/2/2021) mengatakan, pergerakan tanah yang terjadi tahun ini, menyebabkan 13 hektar sawah yang baru ditanami padi m

Andi Ahmad S
Rabu, 10 Februari 2021 | 17:54 WIB
Bahaya, 13 Hektar Sawah di Cianjur Gagal Panen Karena Tanah Bergerak
Lahan persawahan petani di Kampung Cipari, Desa Rawabelut, Kecamatan Sukaresmi, Cianjur, Jawa Barat, mengalami pergerakan tanah, sehingga gagal panen karena kedalaman tanah amblas mencapai 3 meter (Ahmad Fikri)

SuaraBogor.id - Lahan area pesawahan di Cianjur yang sudah ditanami padi milik petani gagal panen. hal itu disebabkan adanya tanah bergerak.

Ada belasan hektar lahan pertanian di Desa Rawabelut, Kecamatan Sukaresmi, Cianjur, Jawa Barat gagal panen akibat adanya tanah bergerak.

Kepala Desa Rawabelut, Sarip Hidayat saat dihubungi Rabu (10/2/2021) mengatakan, pergerakan tanah yang terjadi tahun ini, menyebabkan 13 hektar sawah yang baru ditanami padi mengalami gagal panen.

Karena, kedalaman tanah yang amblas terus bertambah, tercatat hingga saat ini kedalaman pergerakan tanah mencapai tiga meter melanda perkampungan dan pesawahan.

Baca Juga:Mau Panen, Nasib Petambak Nila Ini Berujung Pilu Gegara Tanggul Jebol

"Kurang lebih 13 hektar, sebagian besar sudah ditanami sejak dua bulan yang lalu, sehingga dapat dipastikan seluruh lahan pertanian mengalami gagal panen karena pergerakan tanah. Setiap panen, lahan seluas itu, dapat menghasilkan belasan ton padi, sehingga kerugian petani mencapai ratusan juta," katanya.

Lahan pertanian di wilayah tersebut terus berkurang karena tahun 2017, pergerakan tanah yang terjadi menyebabkan delapan hektar sawah milik petani yang sebagian besar milik warga Kampung Cipari, amblas dengan kedalaman beragam.

Sehingga tidak dapat lagi digarap. Tahun ini 13 hektar area persawahan mengalami hal yang sama dan terancam tidak dapat lagi digarap.

Area pesawahan milik petani tersebut, terletak di lereng bukit yang letaknya berselahan dengan perkampungan, sehingga rawan terjadi pergerakan tanah dengan kedalaman mencapai 3 meter di masing-masing bidang sawah dan diperkirakan lahan tersebut tidak dapat lagi digarap.

"Tahun sebelumnya sudah belasan hektar area pesawahan yang beralih fungsi menjadi kebun karena retakan yang terjadi cukup dalam. Sebagian besar lahan pertanian di kampung kami, mengandalkan air tadah hujan, sehingga sulit untuk beralih dari menanam padi ke palawija," katanya. (Antara)

Baca Juga:Purwakarta Bencana Tanah Bergerak, Banyak Rumah Rusak Berat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini