- Pemerintah membangun Akademi Olahraga Nasional seluas 750 hektare di Rancabungur, Kabupaten Bogor, atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
- Proyek senilai Rp5 triliun ini menyediakan fasilitas olahraga serta pendidikan terintegrasi bagi 21 cabang olahraga prioritas nasional.
- Pembangunan berlangsung selama tiga tahun untuk menargetkan operasional penuh seluruh fasilitas olahraga tersebut pada awal tahun 2029.
SuaraBogor.id - Kabupaten Bogor akan segera memiliki fasilitas olahraga yang tidak hanya berskala nasional, tetapi menjadi salah satu yang terbesar di dunia.
Proyek jumbo ini bertajuk Akademi Olahraga Nasional ini akan berlokasi di Kecamatan Rancabungur dan diproyeksikan menjadi pusat pencetakan atlet elit kelas dunia.
Berikut adalah 7 fakta penting mengenai pembangunan pusat olahraga megah di Kabupaten Bogor tersebut:
1. Mandat Langsung Presiden Prabowo Subianto
Baca Juga:Puskesmas Cisarua Disorot: Obat BPJS Sering Kosong, Gaya Kepemimpinan 'Raja Kecil' Mencuat
Pemilihan lokasi di Kecamatan Rancabungur, tepatnya di kawasan Candali dan Cimulang, bukan tanpa alasan. Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Dr. Gunawan Suswantoro, mengungkapkan bahwa lokasi tersebut dipilih langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Presiden ingin pusat olahraga ini memiliki aksesibilitas yang baik serta memanfaatkan lahan pemerintah secara produktif.
2. Anggaran Fantastis Mencapai Rp5 Triliun
Skala proyek ini sangat masif sehingga membutuhkan investasi yang besar. Selama masa pembangunan tiga tahun, pemerintah pusat memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai Rp5 triliun. Dana ini akan dialokasikan untuk pembangunan fisik venue, sekolah, asrama, hingga teknologi riset olahraga terkini.
3. Total Lahan 750 Hektare: Kolaborasi Kemenpora dan Kemhan
Kawasan ini akan berdiri di atas lahan PTPN seluas kurang lebih 750 hektare. Pembagian fungsinya mencakup:
Baca Juga:Sport Center Terbesar di Dunia Hadir di Rancabungur, Bupati: Lompatan Besar Pembangunan Bogor Barat
- 500 Hektare: Dikelola Kemenpora untuk pembangunan Sport Center dan jenjang pendidikan SD, SMP, SMA.
- 250 Hektare: Digunakan untuk perluasan lahan Kopassus dan pembangunan Universitas di bawah naungan Kementerian Pertahanan.
4. Fasilitas Pendidikan Terintegrasi (SD hingga Universitas)
Akademi ini mengusung konsep pendidikan berkelanjutan. Atlet tidak hanya dilatih secara fisik, tetapi juga dijamin pendidikannya. Fasilitas sekolah formal akan tersedia lengkap mulai dari tingkat dasar hingga jenjang perguruan tinggi, sehingga para atlet tetap memiliki bekal akademis yang kuat di masa depan.
5. Fokus pada 21 Cabang Olahraga Prioritas
Sesuai arahan Presiden, akademi ini akan menyediakan sarana dan prasarana lengkap untuk 21 cabang olahraga (cabor). Selain venue pertandingan bertaraf internasional, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan pusat penelitian (sport research center) untuk menganalisis performa atlet berbasis sains.
6. Integrasi Bandara Atang Sanjaya dan Jalan Bomang
Untuk mendukung aksesibilitas menuju "Rumah Atlet Dunia" ini, infrastruktur di sekitar Bogor Utara dan Barat ikut dikebut. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menjelaskan sinergi yang dilakukan meliputi: