- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan proyek perbaikan Jalan Batutulis, Kota Bogor, segera dimulai setelah proses lelang selesai.
- Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki jalan yang rusak akibat kesalahan penerapan tata ruang wilayah tersebut.
- Pemprov Jawa Barat berencana menata kawasan bersejarah dari Batutulis hingga Suryakencana dengan mempertimbangkan lanskap lingkungan dan nilai historis daerah.
SuaraBogor.id - Harapan warga Kota Bogor untuk melihat perbaikan akses jalan di kawasan bersejarah Batutulis segera terwujud. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), memastikan proyek perbaikan Jalan Batutulis akan segera dimulai dalam waktu dekat.
Dalam kunjungannya ke Situs Batutulis pada Kamis (14/5/2026), KDM menyampaikan bahwa anggaran untuk proyek tersebut sudah dialokasikan dan saat ini tengah memasuki prosedur teknis akhir.
Gubernur yang akrab disapa Kang Dedi ini menjelaskan bahwa proyek infrastruktur tersebut kini berada di bawah penanganan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Barat. Proses lelang sedang berjalan untuk menentukan kontraktor yang akan mengeksekusi perbaikan jalan tersebut.
“Sudah kan, lagi proses lelang, sebentar lagi dikerjakan. PU itu. Tapi alokasinya sudah ada dan saya sudah dengar sudah dalam proses lelang, mungkin sebentar lagi. Aman itu,” tegas Dedi Mulyadi.
Baca Juga:Ingatkan Bupati dan DPRD, KPK Turun Tangan Benahi Perencanaan Anggaran di Kabupaten Bogor
Ia menilai persoalan yang terjadi di kawasan Batutulis tidak bisa dilepaskan dari kesalahan penerapan tata ruang dan pembangunan yang mengabaikan kondisi lingkungan.
Menurut dia, kawasan Batutulis seharusnya dipertahankan sebagai area hijau karena memiliki nilai sejarah sekaligus fungsi ekologis.
“Ketika ini misalnya dulu pusat Pajajarannya di sini, ya dimungkinkan dong nanti taman Batutulis yang hijau pohon, kenapa saja jadi longsor? Karena salah dalam penerapan tata ruangnya,” ujarnya.
Dedi mengatakan pembangunan infrastruktur ke depan harus mempertimbangkan lanskap dan tata letak kawasan agar tidak memicu kerusakan lingkungan.
Ia mencontohkan pembangunan jalan di kawasan Batutulis yang menurutnya dilakukan tanpa memperhatikan karakter wilayah.
Baca Juga:KPK Plototi Dana Pokir DPRD Kabupaten Bogor, Sekda: Jangan Sampai Bermasalah Hukum
“Seharusnya di sini tuh daerah yang hijau, dibuat jadi jalan. Kan aneh, Jalan Batutulis longsor,” kata Dedi.
Pemprov Jawa Barat saat ini juga tengah melakukan kajian perubahan tata ruang sebagai bagian dari penataan pembangunan di berbagai daerah.
Menurut Dedi, pembangunan jalan, jembatan, irigasi hingga bangunan harus disesuaikan dengan kondisi alam dan sejarah kawasan.
“Nanti pembangunan jalan, jembatan, irigasi, membuat bangunan-bangunan tuh harus lihat landscape-nya dan harus lihat tata letaknya,” ujarnya.
Selain perbaikan jalan, Pemprov Jawa Barat juga berencana melakukan penataan kawasan heritage dari Batutulis hingga Suryakencana sebagai bagian dari pengembangan kawasan budaya dan sejarah di Kota Bogor. [Antara].