SuaraBogor.id - Munarman buka suara dituduh mau ledakan bom di Sidang Habib Rizieq Shihab. Tuduhan Munarman mau ledakan bom di sidang Habib Rizieq diungkap pegiat media sosial Denny Siregar.
Dalam tulisanya di website pribadi, Denny Siregar menyebut ada upaya dari mantan petinggi ormas terlarang FPI, Munarman untuk meledakan bom saat persidangan offline perkara Habib Rizieq Shihab.
Jawaban Munarman pun seolah menganggap Denny Siregar bukan manusia. Sehingga dia enggan mengomentarinya.
"Wkwkwkwk. Siapa mahluk itu...? Saya hanya mau melayani atau komentar terhadap manusia lho," kata Munarman melalui pesan WhatsApp kepada Suara.com, Minggu (4/4/2021).
Baca Juga:Prabowo Diminta Bersuara Soal Pengadilan Habib Rizieq dan Syahganda
"Saya hanya diskusi sama mahluk yang mengerti bahasa manusia yang beradab," katanya.
Munarman mau ledakan bom di sidang Habib Rizieq Shihab. Hal itu dibongkar pegiat media sosial Denny Siregar dalam situs pribadinya dennysiregar.id.
Denny Siregar mengait kan dengan dugaan keterkaitan Munarman dengan aksi terorisme yang ramai belakangan ini. Dalam tulisannya itu, Denny Siregar menulis laskar jihad FPI bentukan Munarman saat ini tetap menyala. Bahkan, laskar jihad tersebut merencanakan serangan militan untuk balas dendam.

Denny Siregar menceritakan tentang sosok Husein al Hasny, anggota FPI yang baru baru ini ditangkap karena terkait kasus terorisme.
Menurut Denny, warga keturunan Arab yang tinggal di Condet Jakarta itu mengumpulkan beberapa personil FPI yang masih punya nyali.
Hasny dan personel FPI tersebut membuat bom molotov untuk diledakkan di sekitar lokasi sidang Habib Rizieq di Pengadilan.
Baca Juga:Orang Tionghoa Indonesia Jadi Sasaran Bom Pendukung Habib Rizieq
"Sasaran utama aparat. Tapi sidang pertama, mereka takut karena ketatnya penjagaan. Mereka mundur," ungkap Denny.
Nah, dengan rencana itu, Denny menyebut peran Munarman adalah membuat sidang Habib Rizieq agar digelar secara offline.

Berikut tulisan lengkap Denny Siegar:
Pasca Rizieq dipenjara dan 6 orang laskar FPI mati ditembak polisi, hampir semua personel FPI tiarap. Simpatisan yang biasa kumpul di Petamburan, pulang ke rumah. Mereka tidak mau terseret-seret situasi yang semakin panas..
Tetapi laskar jihad FPI bentukan Munarman tetap menyala. Mereka merencanakan serangan militan untuk balas dendam.
Husein al Hasny, seorang warga keturunan Arab yang tinggal di Condet Jakarta mengumpulkan beberapa personil FPI yang masih punya nyali. Hasny pangkatnya di FPI adalah Wakil Ketua Bidang Jihad. Dia juragan tanah dan punya beberapa ruko di Condet yang dia sewakan.