- Masyarakat Kayumanis, Bogor menolak pembangunan fasilitas PSEL karena khawatir terhadap risiko kesehatan serta kenyamanan lingkungan tempat tinggal mereka.
- Warga mendesak Pemerintah Kota Bogor mencari lokasi alternatif karena wilayah Kayumanis dinilai terlalu padat untuk fasilitas pengolahan sampah.
- Kurangnya sosialisasi transparan dari pemerintah memicu ketidakpercayaan warga sehingga diperlukan dialog konstruktif terkait kebijakan pembangunan fasilitas tersebut.
SuaraBogor.id - Rencana Pemerintah Kota Bogor untuk membangun fasilitas pengolahan sampah di wilayah Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, kini menuai penolakan keras dari masyarakat setempat, terutama para emak-emak.
Mereka mengaku khawatir keberadaan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan dan kenyamanan warga sekitar.
Insiden ini memicu desakan agar pemerintah mencari lokasi alternatif dan melakukan sosialisasi yang transparan.
Meski pembangunan PSEL adalah upaya Pemkot Bogor dalam mengatasi persoalan sampah yang kian meningkat setiap harinya, warga menegaskan bahwa mereka tidak menolak program penanganan sampah secara keseluruhan, namun meminta agar pelaksanaannya tidak merugikan warga sekitar.
Baca Juga:Tolak Bau Busuk, Emak-emak Kayumanis Kompak Hadang Proyek Pengolahan Sampah Pemkot Bogor
Berikut adalah 4 poin utama penolakan warga Kayumanis terhadap rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah:
1. Kekhawatiran Dampak Buruk Kesehatan & Kenyamanan Warga
Ini adalah poin utama yang paling mendesak bagi warga. Keberadaan fasilitas pengolahan sampah, meskipun menggunakan teknologi modern seperti PSEL, tetap menimbulkan kekhawatiran besar, mulai dari bau tidak sedap, risiko pencemaran.
Kemudian kekhawatiran akan munculnya penyakit pernapasan atau masalah kesehatan lain akibat polusi.
2. Lokasi Kayumanis Dinilai Tidak Tepat: Berada di Permukiman Padat Penduduk
Baca Juga:Pelaku Pembacokan di Cengkareng Berhasil Diringkus Polisi di Bogor
Warga secara tegas menilai bahwa lokasi Kayumanis sama sekali tidak tepat untuk pembangunan fasilitas sebesar PSEL.
Warga juga menilai lokasi Kayumanis tidak tepat untuk pembangunan fasilitas tersebut karena berada di kawasan permukiman padat penduduk.
Mereka secara spesifik meminta pemerintah mencari lokasi alternatif yang lebih jauh dari pemukiman warga.
Pembangunan PSEL di tengah kawasan padat penduduk dianggap berisiko tinggi dan tidak mempertimbangkan aspek sosial-lingkungan.
3. Minimnya Sosialisasi yang Jelas & Transparan dari Pemerintah
![Sejumlah Ibu-ibu di Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal Menolak Pembangunan fasilitas pengolahan sampah [SuaraBogor/Warga]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/05/77692-warga-kayumanis.jpg)
Salah satu keluhan mendasar warga adalah kurangnya sosialisasi yang jelas dan transparan dari Pemerintah Kota Bogor terkait rencana pembangunan ini.
"Kalau memang ini untuk kepentingan umum, harusnya ada penjelasan dulu ke warga. Jangan tiba-tiba mau dibangun di sini,” ujar salah satu ibu rumah tangga di lokasi, Selasa (5/5/2026).