- Ribuan warga Bogor Barat akan berunjuk rasa damai di Kantor Bupati Bogor pada 4 Mei 2026 mendatang.
- Massa menuntut kejelasan penutupan tambang serta mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera membuka kembali aktivitas tambang legal.
- Demonstran juga meminta realisasi bantuan sosial bagi warga terdampak guna memulihkan perekonomian dan mendukung pembangunan jalan tambang.
SuaraBogor.id - Kantor Bupati Bogor dipastikan akan menjadi pusat perhatian pada Senin, 4 Mei 2026, besok. Ribuan warga dari Kecamatan Parungpanjang, Rumpin, hingga Cigudeg, yang merupakan wilayah Bogor Barat, bakal menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran.
Tuntutan utama mereka adalah meminta kejelasan terkait batas waktu penutupan tambang sementara di wilayah mereka, sebuah isu yang telah lama menjadi sumber keresahan dan konflik.
Kordinator aksi, Asep Fadlan mengatakan ada sekitar 3000 ribu lebih warga yang akan melakukan aksi demo. Namun aksi tersebut akan berlangsung damai dengan cara salat istigosah di depan Kantor Bupati Bogor.
"Ada sekitar 3000 orang yang bakal turun melakukan aksi damai di Cibinong," kata Asep dilansir dari MetroBogor -jaringan Suara.com, Minggu (3/5/2026).
Baca Juga:6 Desa di Cigudeg Diterjang Banjir, Pemkab Bogor Pastikan Bantuan Logistik Mulai Mengalir
Ia mengungkapkan, dalam aksinya ada lima poin yang akan disampaikan. Pertama, Pemerintah Provinsi Jabar segera menerbitkan surat resmi tentang pembukaan kembali aktivitas tambang legal.
"Pembukaan tambang legal terutama di wilayah Kecamatan Cigudeg, Rumpin dan Parungpanjang," kata Asep.
Kedua, segera merealisasikan bantuan sosial bagi warga terdampak penutupan tambang. Selanjutnya, mendoakan agar Pemerintah Kabupaten Bogor diberikan kelancaran pembangunan jalan khusus tambang.
"Keempat semoga masyarakat diberikan ketabahan dan kelima agar perekonomian masyarakat bisa pulih kembali," ungkapnya.
Baca Juga:8 Desa di 3 Kecamatan Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai