- Tiga wisatawan terseret arus sungai di Curug Cisadane, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (2/5/2026) saat sedang berfoto bersama.
- Satu korban ditemukan meninggal dunia, sementara dua orang lainnya berhasil diselamatkan oleh warga lokal di sekitar lokasi.
- Peristiwa terjadi akibat peningkatan debit air mendadak di jalur trekking ekstrem kawasan kaki Gunung Gede Pangrango tersebut.
SuaraBogor.id - Liburan biasanya berlangsung dengan bahagia dan ceria. Namun hal ini berbeda, sejumlah wisatawan yang berlibur di kawasan Curug Cisadane, Kampung Ciwaluh, Desa Watesjaya, Cigombong Kabupaten Bogor harus mengalami peristiwa mengenaskan.
Tiga pengunjung dilaporkan terseret arus sungai yang tiba-tiba membesar tak lama setelah mereka asyik berfoto di sekitar lokasi pada Sabtu (2/5/2026).
Peristiwa tragis diduga merenggut satu nyawa, sementara dua lainnya berhasil diselamatkan, menjadi peringatan keras akan bahaya tersembunyi di alam terbuka dan risiko trekking ekstrem.
Peristiwa memilukan ini diduga terjadi akibat peningkatan debit air dari hulu yang datang secara tiba-tiba. Derasnya arus membuat para pengunjung tak sempat menyelamatkan diri hingga akhirnya terseret aliran sungai.
Baca Juga:Kisah Perjuangan Eman: Tempuh Jalan Kaki Demi Operasi Katarak Gratis, Kini Raih Cahaya Hidup
Dalam kejadian itu, dua korban berhasil diselamatkan berkat pertolongan cepat warga sekitar. Namun, satu orang lainnya sempat hilang sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Warga yang berada di sekitar lokasi langsung bergerak cepat melakukan proses evakuasi, memberikan pertolongan pertama, serta menyediakan tempat istirahat sementara bagi para korban selamat, sekaligus melaporkan kejadian ini ke petugas terkait.
Kawasan Curug Cisadane memang dikenal sebagai salah satu destinasi trekking ekstrem di wilayah kaki Gunung Gede Pangrango. Jalur menuju lokasi ini dikenal menantang karena harus menempuh perjalanan sekitar 14 hingga 17 kilometer dengan medan hutan, tanjakan terjal, serta sedikitnya 13 aliran sungai yang harus diseberangi.
Kondisi tersebut membuat jalur ini kerap dijuluki sebagai rute 'wajib militer' bagi para pecinta alam.
Meskipun memiliki medan yang berat, Curug Cisadane tetap menjadi daya tarik wisata alam karena keindahan air terjunnya yang masih alami dan suasana hutan yang asri.
Baca Juga:Garudayaksa FC Promosi ke Liga 1
Namun, keindahan ini datang dengan risiko yang tinggi, terutama jika tidak diiringi dengan kewaspadaan dan kepatuhan terhadap aturan.
Pengelola setempat telah menetapkan aturan ketat, termasuk batas waktu registrasi hingga pukul 10.00 WIB untuk menghindari risiko cuaca buruk dan potensi banjir bandang di sore hari. Tragedi ini menggarisbawahi betapa pentingnya mematuhi aturan dan imbauan tersebut.