alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Perahu Tenggelam di Waduk Jatiluhur Angkut Makanan Ikan 7,5 Ton

Pebriansyah Ariefana Rabu, 07 April 2021 | 14:58 WIB

Perahu Tenggelam di Waduk Jatiluhur Angkut Makanan Ikan 7,5 Ton
Aktivitas warga di sekitar Waduk Jatiluhur. (suara.com/Dian Rosmala)

Perahu tersebut diterpa angin kencang dan gelombang air yang cukup kuat, mengakibatkan perahu pengangkut pakan ikan tersebut terbalik lalu tenggelam.

SuaraBogor.id - Perahu tenggelam di Waduk Jatiluhur angkut makanan ikan atau pakan ikan. Perahu tenggelam di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Rabu (7/4/2021).

Perahu itu mengangkut 3 orang. Mereka semua masih hidup.

Tiga korban perahu tenggelam di Waduk Jatiluhur diketahui bernama Tanu (45) warga Kecamatan Pasawahan, Amin (30) dan Agus (40) warga Kecamatan Jatiluhur, Purwakarta.

Korban perahu tenggelam di Waduk Jatiluhur ditolong warga setempat yang menggunakan perahu.

Baca Juga: Daftar Korban Perahu Tenggelam di Waduk Jatiluhur, Semua Masih Hidup

"Tidak ada korban, tiga korban itu selamat. Kejadiannya tadi pagi sekitar pukul 06.00 WIB," ungkap Kasat Polair Polres Purwakarta, AKP Jajang Sukandar.

Peristiwa bermula ketika KM UDJ milik Herman di nahkodai tiga korban mengangkut pakan ikan sebanyak 150 Karung, diperkirakan seberat 7,5 ton milik Unda yang dikirim dari Tanggul Usman, Jatiluhur, menuju kolam ikan daerah Madang-Sukasari.

Setibanya di tempat kejadian, perahu tersebut diterpa angin kencang dan gelombang air yang cukup kuat, mengakibatkan perahu pengangkut pakan ikan tersebut terbalik lalu tenggelam.

"Pakan ikan yang berada di dalam karung terapung sebagian ada yang tenggelam ke dasar danau," kata dia.

Setelah menerima laporan, kata dia pihaknya langsung ke lokasi kejadian guna melakukan penyelidikan juga evakuasi korban selamat dan barang bukti berupa kapal motor yang tenggelam dan sebagian pakan ikan.

Baca Juga: STOP PRESS: Perahu Tenggelam di Waduk Jatiluhur

"Atas kejadian tersebut pemilik kapal dan pakan mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta," kata Kasat.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait