
Lebih jauh, restoran cepat saji yang identik dengan logo huruf M tersebut mengatakan bahwa penyelidikan mereka menemukan hanya di Korea Selatan dan Taiwan saja lah yang mengalami kebocoran data pribadi.
Mereka juga akan mengambil langkah-langkah untuk memberi tahu regulator setempat dan juga pelanggan yang mungkin terkena dampak dari kebocoran data itu.
McDonald’s mengatakan akan melihat temuan penyelidikan, ditambah dengan masukan dari sumber daya keamanan, untuk mengidentifikasi cara untuk lebih meningkatkan langkah-langkah keamanan yang ada.
Peretasan data di Korea Selatan dan Taiwan ini terungkap setelah investigasi dari konsultan eksternal, setelah melihat ada aktivitas tidak sah di jaringan mereka.
Baca Juga:Jadi Sorotan Warganet, Burger King Tak Mau Kalah, Keluarkan Menu BTS
McDonald’s juga mengatakan operasional harian mereka tidak terdampak kasus peretasan ini dan kasus ini bukan ransomware.