Wajib Disimak! Strategi Menabung Untuk Naik Haji

Pembatalan pemberangkatan haji tahun ini disebabkan karena faktor kesehatan, keselamatan dan keamanan ibadah haji yang terancam akibat pandemi Covid-19.

Andi Ahmad S
Jum'at, 18 Juni 2021 | 10:23 WIB
Wajib Disimak! Strategi Menabung Untuk Naik Haji
Ilustrasi pelaksanaan ibadah haji. [Ahmad Gharabli/AFP]

Sisihkanlah uang minimal 10% dari penghasilan bulanan untuk mengumpulkan setoran awal BPIH ke rekening Menteri Agama. Gunakanlah kalkulator waktu menabung yang ada di situs Lifepal untuk mempermudah proses menabung Anda.

Anda bisa memangkas waktu lebih singkat dengan memasukkan sebagian THR ataupun bonus tahunan ke tabungan tersebut.

2. Alokasikan Dana Rencana Haji di Instrumen Tepat

Dari durasi antrean ibadah haji yang cukup lama, Anda bisa mengalokasikan dana persiapan haji ke instrumen investasi. Jika Anda berniat menabung sendiri untuk setoran awal BPIH, tentukanlah berapa lama Anda menargetkan dana tersebut untuk terkumpul.

Baca Juga:Berita Kesehatan Terpopuler: Anak-anak Dikepung Warung Rokok, Cara Hadapi Anak Tantrum

Apabila jangka waktunya cukup dekat, maka sangat disarankan untuk mengumpulkan dana tersebut ke instrumen keuangan rendah volatilitas sebut saja seperti tabungan bank biasa maupun reksa dana pasar uang.

3. Dana Darurat Sudah Aman

Dana darurat berfungsi sebagai dana untuk memitigasi risiko di saat Anda sedang menjalankan ibadah ke Tanah Suci. Ibadah haji membutuhkan waktu kurang lebih 40 hari. Agar perjalanan ibadah Anda lancar, Anda harus memastikan bahwa keuangan cukup stabil untuk keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ingat kembali bahwa prinsip dalam berhaji adalah kemampuan. Karena itu, setelah dapat memastikan kebutuhan sehari-hari terpenuhi, pastikan bahwa dana darurat kalian aman. Jumlah dana darurat yang harus dipersiapkan sangat bergantung pada jenis profesi dan jumlah tanggungan Anda. Seorang yang sudah menikah dan punya satu tanggungan, disarankan untuk memiliki dana darurat minimal enam kali pengeluaran bulanan.

4. Jangan Lupa Lengkapi Diri dengan Perlindungan Terbaik

Baca Juga:Lonjakan Kasus Terulang, Satgas Covid-19 Pertimbangkan Menghapus Libur Panjang

Beberapa perusahaan asuransi tentu memiliki produk asuransi syariah yang ditujukan untuk Jamaah haji, atas musibah yang mungkin saja terjadi saat ibadah berlangsung. Namun jangan lupakan pula perlindungan mendasar yang seharusnya kita miliki terlebih dulu, apalagi kalau bukan asuransi kesehatan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini

Tampilkan lebih banyak