Ia menuturkan, rumah yang dibangun di atas tanah milik perkebunan, setelah mendapat izin yang dibantu warga sekitar dan pihak desa setempat, sehingga dia dapat memiliki tempat tinggal seadanya. Untuk tidur setiap malam, mereka berkumpul di tengah rumah yang ditinggikan menggunakan bambu dan papan.
"Kami tidak menyangka akan mendapat bantuan dari berbagai pihak termasuk Kapolres Cianjur. Selama ini, kami tidak pernah mendapat bantuan apapun seperti warga lainnya. Kami sangat berterima kasih pada Pak Kapolres dan pihak lain yang sudah peduli," katanya.