alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pedagang Puncak Bogor Menjerit: Kami Rindu Kemacetan

Andi Ahmad S Jum'at, 06 Agustus 2021 | 06:25 WIB

Pedagang Puncak Bogor Menjerit: Kami Rindu Kemacetan
Sejumlah kendaraan memadati jalur wisata Puncak, Cipayung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/5/2021). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Penghasilan para pedagang di Puncak Bogor yang merosot tajam, hingga sepinya pelanggan, menjadi sedikit gambaran pil pahit yang mesti dilalui para pedagang.

SuaraBogor.id - Imbas PPKM Level 4 diperpanjang tentunya berdampak terhadap pedagang kecil seperti di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat.

Penghasilan para pedagang di Puncak Bogor yang merosot tajam, hingga sepinya pelanggan, menjadi sedikit gambaran pil pahit yang mesti dilalui para pedagang.

Tak hanya pedagang kecil dan kaki lima, hal serupa juga dialami para pedagang yang mengais rezeki di kawasan wisata Puncak Bogor.

Salah satu pedagang di puncak Bogor menjerit, Hammid. Pedagang nasi uduk di Jalan Raya Puncak, KM 85,5, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor mengaku, selama PSBB, PPKM Darurat hingga PPKM Level 4, penghasilan hariannya terus merosot.

Baca Juga: 20 Persen Pedagang Pasar di Bekasi Gulung Tikar Dampak Pandemi

Menyadur dari Ayobogor.com -jaringan Suara.com, bahkan penurunan penghasilannya hampir menyentuh 70 persen, jila dibandingkan dengan sebelum pandemi Covid-19.

"Kalau dulu dalam satu saya bisa bawa pulang uang sampai Rp450 ribu. Sekarang bawa uang Rp100 ribu aja susah banget," katanya, Kamis (5/8/2021).

Tak hanya itu, pemberlakuan PSBB hingga PPKM Level 4 juga membuat kawasan Puncak Kabupaten Bogor sepi.

Kondisi itu tentunya berimbas pada menurunnya penghasilan Hammid. "Biasanya kalau Puncak ramai itu seneng, banyak yang jajan, banyak yang makan, penghasilan juga Alhamdulillah. Kalau sekarang Puncak sepi begini jadi serba sulit. Penghasilan turun," akunya.

Hammid juga berharap, agar kawasan Puncak Kabupaten Bogor kedepan bisa kembali ramai. Dirinya mengaku lebih baik Puncak diwarnai kemacetan, karena jika macet terjadi di Puncak para pedagang lebih mudah mengais rezeki.

Baca Juga: Terdampak PPKM Berkepanjangan, Pedagang di Umbul Brintik Alih Profesi

"Kalau macetkan banyak pengendara yang istirahat. Mereka pada makan, minum dan jajan. Kalau sepi begini siapa yang mau beli. Apalagi pedagang pinggir jalan seperti kami sangat bergantung kepada pengendara yang lewat," tutupnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait