"Yang bisa kami sampaikan hanya penangkapan di Sumatera Utara saja, karena Densus masih melakukan penangkapan secara kontinyu, sampai kapan masih banyak dan tidak boleh mengatakan jumlah maupun jaringannya," kata Ramadhan.
Ramadhan menyebutkan, penangkapan ini dalam rangka operasi pencegahan dan penindakan terorisme yang dilakukan Densus 88 sejak Januari 2021.
Ia juga menyampaikan, bahwa operasi penangkapan terduga teroris tersebut berlangsung lebih dari dua lokasi.
"Operasi sampai sekarang masih berlanjut ya. Nanti Senin (16/8) keterangan resminya akan kami sampaikan," kata Ramadhan.
Baca Juga:4 Terduga Teroris di Banten Dibekuk Densus 88, Ditangkap di Tiga Lokasi
Sebagai catatan, sejak Januari hingga Maret 2021, Tim Densus 88 Antiteror Polri telah menangkap 94 terduga teroris di sejumlah provinsi.
Pada Januari 2021 ditangkap sebanyak 20 orang terduga teroris di wilayah Makassar, Sulawesi Selatan.
Selanjutnya, 22 orang ditangkap di wilayah Jawa Timur selama periode Februari-Maret 2021.
Setelah penangkapan di Jawa Timur, Tim Densus 88 Antiteror mengembangkan penyelidikan ke wilayah Sumatera Barat, ditangkap enam terduga, lalu Sumatera Utara sebanyak 18 orang terduga, termasuk dua orang di wilayah Jakarta.
Penangkapan terduga teroris di Makassar kembali berlanjut setelah aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, sebanyak tujuh orang diamankan, lalu lima orang di Bima NTB.
Baca Juga:Hari Ini dan Besok, Masyarakat Banten Bisa Mendapatkan Vaksinasi Covid-19
Penangkapan juga dilakukan di wilayah Condet, Jakarta Timur, dan Bekasi, Jawa Barat, jumlahnya empat orang.