JS Prabowo: Pencinta Taliban Jangan Mimpi Hal Seperti Itu Terjadi di Indonesia!

Manuver Taliban menduduki Istana Kepresidenan Afghanistan ini menandai kekalahan pemerintahan boneka Afghanistan yang disokong oleh Amerika Serikat selama 20 tahun terakhir

Andi Ahmad S
Selasa, 17 Agustus 2021 | 09:19 WIB
JS Prabowo: Pencinta Taliban Jangan Mimpi Hal Seperti Itu Terjadi di Indonesia!
Ilustrasi Taliban kuasai Afghanistan

Ada ragam respons dari warganet yang komentari postingan JS Prabowo tersebut. Ada yang menilai segala kemungkinan bisa terjadi.

“Bermimpi bolehlah Jendral…krn 32 tahun saja bs “the End” . Tdk ada kekuatan rakyat tp ada kekuatan Tuhan yg menjadi kunci dr segala kunci di dunia ini,” tulis akun @wati_wara.

Kuasai pemerintahan Afghanistan

Taliban telah memasuki Ibu Kota Kabul guna menguasai Afghanistan. Hal itu disampaikan juru bicara kelompok Taliban, Suhail Shaheen.

Baca Juga:Sarat Akan Perjuangan, Berikut Tema, Filosofi, dan Makna Logo HUT ke-76 RI

Shaheen mengatakan jika pihaknya ingin menguasai Afghanistan dengan peralihan yang damai pada beberapa hari ke depan.

Jubir Taliban itu menjelaskan, setelah menguasai pemerintahan kelompok Taliban akan fokus pada perpindahan kekuasaan. Taliban menegaskan akan pasang kembali kelompok Islam garis keras setelah dua dekade wilayah Afganistan dikendalikan oleh pasukan Amerika Serikat.

Shaheen mengatakan Taliban menginginkan pemerintahan Islam yang inklusif yang artinya semua warga Afhanistaan akan menjadi bagian dari pemerintahan.

Sedangkan pemerintahan Afghanistan memastikan Ashraf Ghani tak bisa berbuat apa-apa setelah Taliban menguasai wilayah negeri tersebut.

Kepergian Presiden Ashraf Ghani dari Afghanistan diinformasikan pejabat senior Kementerian Dalam Negeri Afghanistan sedangkan Kantor Kepresidenan saat dimintai keterangan mengatakan jika mereka tidak bisa berkomentar karena alasan keamanan.

Baca Juga:5 Negara Pertama Mengakui Kemerdekaan Indonesia, Masya Allah Semua Negara Islam

“Tidak bisa mengatakan apa-apa tentang gerakan Ashraf Ghani karena alasan keamanan,” ujar pihak Kementerian Dalam Negeri Afghanistan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini