facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Wartawan Gadungan Diringkus Polisi, Bupati Apresiasi Polres Bogor

Andi Ahmad S Sabtu, 02 Oktober 2021 | 19:47 WIB

Wartawan Gadungan Diringkus Polisi, Bupati Apresiasi Polres Bogor
Bupati Bogor Ade Yasin saat hadir dalam konferensi pers perkara wartawan "bodrek", di Mapolsek Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (2/10/2021). ANTARA/HO-Humas Polres Bogor

Diketahui, selama ini oknum wartawan gadungan alias 'bodrek' selalu meresahkan masyarakat di Kabupaten Bogor.

SuaraBogor.id - Oknum wartawan gadungan berhasil diringkus Polres Bogor, Jawa Barat, hal itu mendapatkan apresiasi dari Bupati Bogor Ade Yasin.

Diketahui, selama ini oknum wartawan gadungan alias 'bodrek' selalu meresahkan masyarakat di Kabupaten Bogor.

Ade Yasin mengatakan, bahwa pihaknya berterimakasih kepada Polres Bogor yang telah membongkar kasus pemerasan dilakukan oleh oknum wartawan gadungan tersebut.

"Kami apresiasi kepolisian, karena berhasil membongkar kasus pemerasan ini oleh orang-orang mengaku wartawan," ujar Ade Yasin, saat hadir dalam konferensi pers perkara wartawan "bodrek", di Mapolsek Cileungsi, Bogor, menyadur dari Antara.

Baca Juga: Kades di Gresik Dituduh Korupsi, Ternyata Jadi Sasaran Pemerasan Wartawan Gadungan

Pasalnya, pada beberapa waktu lalu, ia sempat dibuat risih dengan ulah para wartawan bodrek yang mengganggu kinerja kepala desa (kades) di beberapa wilayah.

"Sekarang kita ada program satu miliar satu desa (samisade). Nah yang begitu-begitu (wartawan bodong) pasti banyak yang mengganggu kades. Suka mencari-cari masalah ujung-ujungnya memeras dan mengancam," ujarnya saat itu, di Klapanunggal, Bogor, Rabu, 16 Juni 2021.

Menurutnya, para kades hingga pejabat di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) harus meningkatkan literasi mengenai media, dan tidak perlu takut terhadap orang yang mengaku-ngaku sebagai wartawan.

Kapolres Bogor AKBP Harun menyebutkan bahwa pihaknya mengamankan dua orang berinisial JES (45) dan JN (46) yang mengaku sebagai wartawan dalam melakukan pemerasan.

Tersangka tidak segan-segan melakukan kekerasan terhadap korbannya dan mengancam akan mempublikasikannya di media massa. Selain itu, tersangka juga menyasar sejumlah aparatur sipil negara (ASN) untuk dijadikan korbannya.

Baca Juga: Capaian Vaksinasi di Bogor Terendah di Jabodetabek, Bupati: Jumlah Penduduk Kita Banyak

"Pelaku pemerasan dan pengancaman tidak segan-segan memaksa meminta sejumlah uang kepada korbannya. Uang yang diminta hingga ratusan juta rupiah," kata Harun.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait