Limbah Sianida vs Kemarau Panjang: Saat Sungai Cikaniki Mati Rasa dan Warga Berjuang Demi Air Bersih

Dampaknya nyata dan mengiris hati. Di Desa Kalong Liud saja, tak kurang dari 1.200 Kepala Keluarga mendadak kehilangan akses air bersih untuk MCK.

Andi Ahmad S
Kamis, 30 Juli 2026 | 21:42 WIB
Limbah Sianida vs Kemarau Panjang: Saat Sungai Cikaniki Mati Rasa dan Warga Berjuang Demi Air Bersih
Warga sedang mencari ikan di Sungai Cikaniki Bogor [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Sungai Cikaniki tercemar limbah sianida akibat penambangan emas ilegal yang beredar di media sosial.
  • Sebanyak 1.200 Kepala Keluarga di Desa Kalong Liud kehilangan akses air bersih selama kemarau.
  • Pihak desa bersama BPBD dan PT Antam menyalurkan bantuan air bersih serta membangun sumur bor.

SuaraBogor.id - Musim kemarau seharusnya menjadi momen warga menggantungkan harapan pada Sungai Cikaniki. Namun, apa jadinya ketika satu-satunya tumpuan air bersih justru berubah warna dan beracun akibat serbuan limbah penambangan emas ilegal?

Gelombang kekecewaan publik kembali membuncah setelah video pencemaran Sungai Cikaniki tular di media sosial. Olahan emas liar (gentong) di bantaran hulu diduga kuat membuang limbah sianida tanpa mengindahkan keselamatan jiwa warga sekitar.

Dampaknya nyata dan mengiris hati. Di Desa Kalong Liud saja, tak kurang dari 1.200 Kepala Keluarga mendadak kehilangan akses air bersih untuk MCK.

"Cikaniki ini bagian dari alternatif warga saat kemarau tiba. Begitu ada perubahan warna air, kami langsung adakan rapat terbatas bersama Muspika dan para Kades untuk langkah penanganan," tutur Jani Nurzaman, Kades Kalong Liud.

Baca Juga:Tekan Curat dan Curas, Puluhan Polisi Kepung Kawasan Cibinong Raya Saat Razia Stasioner

Langkah darurat pun ditempuh. Pihak desa merangkul BPBD Kabupaten Bogor serta PT Antam Tbk untuk memasok air bersih gratis dan membangun titik-titik sumur bor baru.

Dari sudut pandang korporasi, Sub Division Head Java Region CSR & External Relations UBPE Pongkor, Koko Susetio, menegaskan komitmen Antam untuk hadir membantu warga di tengah keterbatasan air.

"Kami sangat prihatin melihat kondisi warga. Soal PETI, tentu itu wewenang APH. Namun dari sisi Antam, kami fokus membantu masyarakat terdampak kekeringan melalui pipanisasi dan sumur bor," ujar Koko.

Terpisah kades Kalong Liud, Jani Nurzaman mengatakan bahwa sebagian besar masyarakatnya menggunakan sumber air Sungai Cikaniki dari Kampung Bongas sampai kalong karees mencuci mandi dan minum ada 6 rw sekitar 1200 KK yang bergantung dengan sumber air tersebut.

"Saya sudah menyampaikan sebelumnya digrup pemerintah kepada pemerintah kecamatan terkait adanya perubahan warna air sungai Cikaniki," singkatnya.

Baca Juga:Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak