alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Farhat Abbas Calonkan Diri jadi Presiden 2024

Andi Ahmad S Sabtu, 23 Oktober 2021 | 21:06 WIB

Farhat Abbas Calonkan Diri jadi Presiden 2024
Farhat Abbas dan Dr Lois Owien [Tangkapan layar Instagram]

Belakangan ini publik telah digegerkan dengan munculnya Partai Pandai yang merupakan singkatan dari Partai Negeri Daulat Indonesia.

SuaraBogor.id - Pengacara Farhat Abbas menyatakan mencalonkan diri untuk menjadi Presiden pada Pemilu 2024 nanti, setelah dirinya mendirikan Partai Pandai.

Belakangan ini publik telah digegerkan dengan munculnya Partai Pandai yang merupakan singkatan dari Partai Negeri Daulat Indonesia. karena, struktur partainya pun cukup membuat masyarakat tercengang, yakni sekretaris jenderalnya adalah dokter Lois Owien.

Selanjutnya, Farhat juga menggandeng koleganya yang merupakan seorang pengacara kondang, yaitu Elsya Syarief sebagai Wakil Ketua Umum Partai Pandai.

Mengutip dari Cianjurtoday -jaringan Suara.com, ia menjelaskan, alasan dirinya mengajak dokter Lois Owien sebagai Sekjen Partai Pandai, karena sosok dia adalah seorang perempuan yang tangguh dan didzalimi. Sehingga, diharapkan bisa berkontribusi membesarkan partainya.

Baca Juga: PCR Syarat Naik Pesawat, Serikat Karyawan Angkasa Pura II Surati Jokowi

Partai Pandai didirikan pada Oktober 2020. Dirinya pun terus merekrut kader-kader untuk bersama-sama membesarkan partainya tersebut.

Farhat mencoba mengumpulkan kawan-kawan dengan misi ‘Berserikat Menuju Indonesia Berdaulat’. Berserikatnya itu bersama, sejahtera, mandiri, berkeadilan, dan berketuhanan.

Menurutnya, Partai Pandai lahir dari hilangnya peran pengawasan dan keterwakilan partai-partai yang kini bercokol di DPR.

Peran itu, kata dia, tampak hilang setelah pemerintah mengesahkan Undang-undang Cipta Kerja.

Farhat mengklaim struktur kepengurusan Partai Pandai sudah tersebar di 30 Provinsi di Indonesia.

Baca Juga: Beredar Pernyataan Jokowi Berminat Jadi Presiden Tiga Periode, Begini Faktanya

Meski demikian, ia mengaku partainya belum mencapai 75 persen kepengurusan di tingkat kabupaten/kota.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait