alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Apa Itu Varian Omicron? Ini Yang Wajib Diketahui Masyarakat

Andi Ahmad S Senin, 29 November 2021 | 13:57 WIB

Apa Itu Varian Omicron? Ini Yang Wajib Diketahui Masyarakat
Ilustrasi Covid-19 varian Omicron. [Xinhua via DW]

Tim peneliti independen Technical Advisory Group on SARS-COV-2 Virus Evolution (TAG-VE) melakukan penilaian dan memasukkan varian baru ini ke dalam kategori Variant of Concern

SuaraBogor.id - Saat ini Covid-19 varian baru kembali muncul. Kini hadir virus varian Omicron. Kasus tersebut dilaporkan ke WHO dari Afrika Selatan pada 24 November 2021.

Tentunya masyarakat wajib tahu apa itu varian Omicron. Virus dengan kode B.1.1.529.

Baru-baru ini, tim peneliti independen Technical Advisory Group on SARS-COV-2 Virus Evolution (TAG-VE) melakukan penilaian dan memasukkan varian baru ini ke dalam kategori Variant of Concern (VOC).

"Berdasarkan bukti yang disajikan, mengindikasikan perubahan yang merugikan dalam epidemiologi Covid-19, TAG-VE telah menyarankan kepada WHO bahwa varian ini harus ditetapkan sebagai VOC, dan WHO telah menetapkan B.1.1.529 ke dalam VOC, dengan nama Omicron," tulis keterangan WHO. Omicron adalah huruf ke-15 dalam alfabet Yunani.

Baca Juga: Warga Sambas di Kawasan Perbatasan Malaysia Terima Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama

VOC merupakan kategori tertinggi bagi varian virus Covid-19 terkait dengan penularan, gejala penyakit, risiko menginfeksi ulang, dan mempengaruhi kinerja vaksin. Sebelumnya, varian virus yang dikenal cepat menyebar yaitu Alpha, Beta, Gamma dan Delta masuk ke dalam kategori ini.

Sejauh mana Omicron mempengaruhi kinerja vaksin?

Kemunculan varian Omicron membawa kekhawatiran pada kinerja vaksin yang selama ini sudah disuntikkan pada masyarakat. Ada kemungkinan, nilai kemanjuran vaksin sudah tidak ada lagi ketika orang terinfeksi Omicron, atau sebaliknya.

Namun, sejauh ini masih belum diketahui apakah mutasi protein spike pada Omicron ini akan mempengaruhi kinerja vaksin.

"Walaupun datanya masih sedang dikejar (penelitiannya). Sudah banyak disebut-sebut adalah; satu dia lebih mudah menular, dan kedua dia lebih sering infeksi ulang," imbuh Prof Yoga.

Baca Juga: Dokter Ungkap Cara Memulai Aktivitas Fisik Setelah Sembuh dari Covid-19

Apakah varian baru ini lebih ganas?

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait