alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gejala Terkena Varian Baru Corona, Omicron, Mirip Infeksi Virus Lainnya

Lebrina Uneputty Senin, 29 November 2021 | 16:01 WIB

Gejala Terkena Varian Baru Corona, Omicron, Mirip Infeksi Virus Lainnya
Varian baru virus Corona [Foto: Antara]

"Tes itu sangat penting untuk menegakkan bahwa 'ini adalah COVID' atau bukan," katanya, merujuk kepada tes antigen atau PCR.

SuaraBogor.id - Dokter Spesialis Anak dr. Anggraini Alam mengungkapkan gejala yang ditimbulkan jika anak terkena varian baru Covid-19, Omicron.  Dokter dari Ikatan Dokter Anak Indonesia ini menyampaikan gejala Omicron serupa dengan infeksi virus lainnya.

"Mirip dengan gejala penyakit apa pada anak? Mirip seperti infeksi virus lainnya, jadi tidak mudah membedakan apakah ini akibat COVID-19 atau penyakit lainnya," jelas Anggraini dalam konferensi pers daring, dikutip Antara, Senin (29/11/2021).

Varian ini menimbulkan gejala ringan seperti kelelahan, kata dia. Bila anak menunjukkan gejala infeksi virus, perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah anak terkena varian omicron atau justru penyakit lainnya.

"Tes itu sangat penting untuk menegakkan bahwa 'ini adalah COVID' atau bukan," katanya, merujuk kepada tes antigen atau PCR.

Baca Juga: Antisipasi Covid-19 Varian Omicron, Jokowi Minta Segera Lakukan Mitigasi

Namun, untuk mengetahui apakah anak terjangkit varian omicron atau bukan, perlu tes lebih mendalam dengan cara mengirimkan sampel virus ke laboratorium pusat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Minggu (28/11/2021) mengatakan bahwa sejauh ini belum ada bukti tentang tingkat penularan dan keparahan virus corona varian Omicron.

"Belum diketahui pasti apakah Omicron lebih menular (misalnya, lebih mudah menular di antara manusia) dibanding varian lainnya, seperti Delta," kata WHO lewat pernyataan.

WHO mengatakan lonjakan jumlah orang yang positif COVID-19 dan pasien rawat inap di Afrika Selatan, tempat varian baru itu pertama kali dilaporkan dan dianggap sebagai sumbernya, tidak berarti bahwa penularan atau keparahan dari Omicron lebih tinggi.

WHO menegaskan bahwa "ini kemungkinan karena tingginya jumlah keseluruhan orang yang terinfeksi ketimbang dampak spesifik dari Omicron."

Baca Juga: Varian Baru Corona, Omicron, Ahli Virus: Bisa Lebih Ganas dan Kurang Ganas

"Saat ini tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa gejala yang berkaitan dengan Omicron berbeda dari varian lainnya," tulis pernyataan itu.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait