alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Abdul Latif Diduga Psikopat, Bunuh Sarah Dengan Cara Meminumkan Air Keras ke Mulut

Andi Ahmad S Senin, 06 Desember 2021 | 19:49 WIB

Abdul Latif Diduga Psikopat, Bunuh Sarah Dengan Cara Meminumkan Air Keras ke Mulut
Pernikahan Sarah dan Abdul Latif. [DokPribadi/BBC]

Pembunuhan yang dilakukan WNA Asal Timur Tengah tersebut terbilang sadis.

SuaraBogor.id - Pelaku pembunuhhan pengantin baru yakni Abdul Latif diduga Psikopat. Dia tega membunuh istrinya sediri dengan cara meminumkan air keras ke mulut Sarah.

Pembunuhan yang dilakukan WNA Asal Timur Tengah tersebut terbilang sadis. Fakta ini terkuak usai polisi melakukan pemeriksaan secara mendalam.

Polisi mengungkap bahwa selain menyiramkan air keras ke tubuh korban, pelaku juga meminumkan air keras ke istrinya bahkan mulut korban pun dilakban.

Dalam penyelidikan kasus pembunuhan berencana terhadap istrinya ini, Polres Cianjur akan melibatkan psikolog untuk melakukan tes kejiwaan terhadap pelaku.

Baca Juga: Berita Pilihan: Masjid Kuno Bogor, Fakta Baru Kasus Sarah Sampai Novia Widyasari

Dalam penyelidikan kasus pembunuhan berencana terhadap istrinya ini, Polres Cianjur akan melibatkan psikolog untuk melakukan tes kejiwaan terhadap pelaku.

Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan, mengatakan terkait kasus penyiraman air keras yang dilakukan seorang WNA, pihaknya saat ini tengah melalukan gelar perkara dengan Kejari Cianjur.

"Hari kita mulai gelar perkara dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur, setelah itu kita langsung melakukan rekontruksi," katanya

Setelah itu, kata dia, akan dilanjutkan ke agenda rekontruksi atau rekaman adegan kasus penyiraman air keras kepada korban hingga meninggal dunia ditangan pelaku.

"Agenda rekontruksi kasus penyiraman air keras yang dilakukan WNA asal Arab Saudi kepada wanita muda asal Cianjur, akan segera digelar pekan ini," kata dia.

Baca Juga: WNA Jatuh ke Jurang Sedalam 30 Meter di Gianyar

Menurutnya rekonstruksi kemungkinan tidak akan dilakukan di lokasi kejadian dengan pertimbangan kerawanan amarah tetangga hingga warga di lingkungan korban.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait