Ini 3 Poin Penting Bahaya Kerokan Saat Serangan Jantung Kata dr Yislam Aljaidi

Dokter Spesialis jantung dan pembuluh darah dari Eka Hospital dr. Yislam Aljaidi mengungkapkan bahwa keluhan tersebut bisa jadi tanda awal serangan jantung.

Andi Ahmad S
Rabu, 11 Februari 2026 | 22:50 WIB
Ini 3 Poin Penting Bahaya Kerokan Saat Serangan Jantung Kata dr Yislam Aljaidi
Ilustrasi serangan jantung
Baca 10 detik
  • Nyeri dada menjalar ke bahu, leher, atau punggung dengan keringat dingin bisa menjadi indikasi serangan jantung.
  • Dokter Yislam Aljaidi menyatakan kerokan saat gejala muncul sangat berbahaya karena menunda penanganan medis segera.
  • Tindakan kerokan membuang waktu kritis, meningkatkan risiko pembuluh darah tersumbat total, henti jantung, dan kematian.

SuaraBogor.id - Bagi masyarakat mungkin sudah tidak asing lagi mendengar istilah angin duduk, tentunya hal ini merupakan gambar bahwa badan tidak baik-baik saja karena ada rasa nyeri di dada.

Dokter Spesialis jantung dan pembuluh darah dari Eka Hospital dr. Yislam Aljaidi mengungkapkan bahwa keluhan tersebut bisa jadi tanda awal serangan jantung.

Bagi generasi milenial dan Gen Z yang peduli kesehatan diri, memahami perbedaan antara mitos masuk angin dan realitas serangan jantung adalah hal yang sangat krusial.

Berikut adalah 3 poin penting yang wajib kamu tahu tentang bahaya kerokan dan gejala serangan jantung yang sering salah diartikan:

Baca Juga:Banjir Bandang Terjang Bojongkoneng Bogor, Satu Mobil Terseret Arus Hingga Rusak

1. Nyeri Dada Menjalar Mirip 'Masuk Angin' Adalah Tanda Serangan Jantung

Persepsi masyarakat seringkali keliru mengartikan nyeri dada yang tidak nyaman, yang bisa menjalar ke bahu, leher, atau punggung, ditambah keringat dingin, sebagai penyakit masuk angin.

"Bisa menjalar ke bahu, bisa ke leher, ke punggung. Ditambah seolah-olah mirip gejala masuk angin. Ini adalah gejala serangan jantung yang harus diwaspadai," katanya kepada wartawan di Cibubur, Rabu (11/2/2026).

2. Kerokan Buang Waktu Kritis Penyelamatan Nyawa

Dr. Yislam menegaskan bahwa tindakan kerokan saat serangan jantung sangat berbahaya karena membuang waktu yang sangat berharga untuk menyelamatkan nyawa.

Baca Juga:5 Poin Penting Kecelakaan Beruntun di Tol Ciawi

Serangan jantung kata dia terjadi karena sumbatan total pada pembuluh darah, dan kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera.

3. Pembuluh Darah Tetap Tersumbat, Risiko Henti Jantung & Kematian Meningkat.

Bahaya terbesar dari kerokan adalah hilangnya kesempatan emas untuk mendapatkan pertolongan medis. Serangan jantung itu butuh waktu yang critical. Sementara pasien asyik dikerokin, pembuluh darahnya bisa tertutup total yang memicu henti jantung dan meninggal dunia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak