9 Jenis Gangguan Mental, Kenali Cirinya Selain Depresi dan Cemas!!

Cemas dan depresi menjadi beberapa contoh yang termasuk jenis gangguan mental yang umum diketahui masyarakat.

Hairul Alwan
Minggu, 12 Desember 2021 | 13:49 WIB
9 Jenis Gangguan Mental, Kenali Cirinya Selain Depresi dan Cemas!!
Ilustrasi gangguan mental yang salah satu cirinya depresi dan cemas. [pixabay]

SuaraBogor.id - Gangguan mental yang dialami seseorang bisa berdampak pada kesehatan fisiknya. Karenanya, kesehatan mental perlu diperhatikan sama halnya dengan kesehatan fisik.

Cemas dan depresi menjadi beberapa contoh yang termasuk jenis gangguan mental yang umum diketahui masyarakat. Meski demikian, bukan cuma dua hal itu yang menjadi tanda seseorang mengalami gangguan mental.

Secara umum gangguan mental ada sembilan jenis dan bisa terjadi pada siapapun. Dikutip dari BogorDaily.net--Jaringan SuaraBogor.id dari Ruang Guru, ini dia sembilan jenis gangguan mental tersebut.

1. Gangguan Kepribadian (Personality Disorder)
Personality disorder adalah gangguan terhadap kepribadian seseorang dan membuatnya memiliki pola pikir, perasaan, atau perilaku yang sangat berbeda dengan kebanyakan orang.

Baca Juga:Bukan Hanya Depresi dan Cemas, Kenali 9 Jenis Gangguan Mental

Jenis gangguan kepribadian antara lain borderline personality disorder, yaitu perubahan suasana hati yang intens, ketakutan akan ditinggalkan, perilaku impulsif dan tidak stabil.

Gangguan lainnya adalah antisocial personality disorder yang membuatnya seperti mengabaikan perasaan atau kebutuhan orang lain, memanipulasi orang lain untuk kepentingan dirinya, tidak merasa bersalah atas tindakan buruk yang dilakukan, dan sebagainya.

2. Gangguan Stres Pascatrauma (Post-Traumatic Stress Disorder atau PTSD)
PTSD dapat muncul pada seseorang yang pernah mengalami kejadian traumatis atau mengerikan, seperti pelecehan fisik dan seksual, kematian tak terduga dari orang yang dicintai, atau bencana alam.

Kenangan tidak menyenangkan tersebut tidak bisa hilang dan membuat penderita PTSD cenderung mati rasa secara emosional.

3. Gangguan Disosiatif (Dissociative Disorder)
Gangguan disosiatif termasuk gangguan kejiwaan parah atau perubahan dalam ingatan, kesadaran, dan identitas umum tentang diri mereka juga lingkungannya. Gangguan disosiatif biasanya dikaitkan dengan stres luar biasa akibat dari peristiwa traumatis yang dialami atau disaksikan oleh penderita. Contohnya, seperti gangguan identitas kepribadian ganda.

Baca Juga:Dampak Lockdown Terhadap Kesehatan Mental Selama Pandemi COVID-19

4. Gangguan Makan (Eating Disorder)
Eating disorder adalah penyakit serius dan sering kali fatal akibat gangguan parah pada perilaku makan seseorang. Gangguan paling umum adalah anoreksia (menganggap diri kelebihan berat badan padahal tidak), bulimia nervosa (makan dalam jumlah besar yang kemudian dikeluarkan secara paksa misalnya muntah), dan binge-eating (makan berlebihan dan sulit dihentikan).

5. Gangguan Obsesif-Kompulsif (Obsessive-Compulsive Disorder atau OCD)
Seseorang dengan gangguan OCD selalu memiliki pikiran atau obsesi yang konstan terhadap sesuatu, sehingga mendorongnya untuk melakukan hal yang sama secara berulang-ulang. Salah satu contohnya, orang yang merasa ketakutan dengan kuman atau debu yang membuatnya terus menerus mencuci tangan atau anggota tubuh lainnya.

6. Gangguan Kontrol Impuls dan Kecanduan (Impulse Control and Addition Disorder atau ICAD)
Orang dengan gangguan ICAD tidak dapat menahan dorongan untuk melakukan tindakan yang dapat membahayakan dirinya atau orang lain. Beberapa contoh dari gangguan ini antara lain, pyromania (menyulut api hingga menyebabkan kebakaran) dan kleptomania (mencuri).

Penderita ini juga biasanya kecanduan terhadap alkohol dan obat-obatan, atau kecanduan pada aktivitas tertentu seperti seks atau berbelanja.

7. Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorder)
Seseorang dengan masalah ini mengalami gangguan kecemasan saat merespons suatu objek atau situasi. Biasanya penderita akan mengalami rasa ketakutan yang hebat disertai dengan perubahan tanda fisik, seperti detak jantung yang semakin cepat, berkeringat, merasa pusing, serta sulit berkonsentrasi atau tidur.

Kecemasan saat berada di tempat umum, kepanikan dan fobia terhadap sesuatu, juga termasuk ke dalam anxiety disorder. Orang dengan gangguan kecemasan ini berisiko sering merasa cemas, ketakutan, serta kekhawatiran berlebih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak