Viral, Keranda Jenazah Dibawa Lari, Netizen: Ditunggu Dengan Pintu Lebar di Rumah Barunya

Video itu awalnya memperlihatkan suasana proses pengangkatan jenazah

Andi Ahmad S
Selasa, 14 Desember 2021 | 12:54 WIB
Viral, Keranda Jenazah Dibawa Lari, Netizen: Ditunggu Dengan Pintu Lebar di Rumah Barunya
Keranda jenazah dibawa lari [Tiktok]

SuaraBogor.id - Sebuah video viral beredar di media sosial Tiktok pasca pemilik akun @Mukh.Taufiq937 mengabadikan video proses pengangkatan keranda jenazah pada Senin (13/12/2021).

Video itu awalnya memperlihatkan suasana proses pengangkatan jenazah yang diketahui adalah Kepala Desa Kluwut Pasuruan, Jawa Timur.

Sekilas tak ada yang berbeda dari prosesi pengangkatan keranda pada umumnya, warga tampak berkumpul di sekitaran jalan menunggu keranda tersebut melewati mereka untuk selanjutnya ke Tempat Pemakaman.

Hingga berikutnya secara tiba tiba dua orang satu diantaranya adalah seorang hansip berlari menghindar, disusul keranda jenazah yang digotong beberapa orang berpakaian muslim juga berlari sembari menggotong keranda tersebut dengan cepat dan begitu ringannya seolah tak ada beban sedikitpun.

Baca Juga:Pasangan Lancar Ucapkan Akad, Pengantin Perempuan Lompat Girang Sampai Mahkota Copot

Jika biasanya warga menggotong keranda dengan berjalan, di video ini para pria berpakaian Muslim itu mengangkat keranda jenazah dengan cara berlari. Mereka berlari tanpa beban dipundak dan dengan cepat melintas dibalik sarung yang mereka kenakan.

Para pria pengangkat keranda yang berjumlah sekitar 10 orang tersebut berlari melewati warga yang berjajar disepanjang jalan, hingga berbelok mereka pun masih dengan semangat berlari sembari memanggul keranda. Salah satu dari mereka yang berada di bagian depan juga berlari sembari membawa payung.

Sampai saat ini video tersebut telah ditonton sebanyak lebih dari 400 ribu warganet dan diunggah ulang hingga 6 ribu kali di beberapa media sosial.

Dari keterangan warganet membenarkan bahwa jenazah yang berada di balik keranda tersebut ialah Kepala Desa Kluwut Bapak Sachroni.

Komentar pun berdatangan hingga mencapai 7 ribu lebih komen yang mendoakan beliau.

Baca Juga:Hukum Ucapkan Selamat Natal, Quraish Shihab: Itu Ada di Dalam Alquran

Sebuah komentar dari warganet ada yang menjelaskan perihal alasan membawa keranda dengan cara berlari.

"Membawa jenazah dalam keadaan lari, dia ditunggu dengan pintu lebar dirumah barunya, jenazah ringan sesuai amal perbuatan di dunia," tulis akun @nftnin***.

"Ya Allah sedih aku lihatnya, semoga seringan itu jenasahku, keluargaku, sahabatku, yang baca komenku saudara saudara muslim lainnya," sahut akun @Lilynn***.

Mereka memiliki keyakinan bahwa cara membawa jenazah dengan berlari menandakan amal perbuatannya seringan tubuhnya meski saat saat terakhirnya.

"Saking soleh nya jenazah, gak sabar pengen buru buru dimakamin, karena akan disambut dengan baik di Liang lahat," tambah @ranirahmay***.

"Untuk yang bertanya kenapa kok lari, mereka itu biasanya tidak sadar kalau lari, karena saking ringannya keranda, dan seperti ada yang mendorong, insyaallah khusnul Khotimah," kata akun @vitriacabb***.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak