facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ferdinand Jadi Tersangka Kasus Cuitan 'Allahmu Lemah' Denny: Ini Memang Permainan Keras

Andi Ahmad S Selasa, 11 Januari 2022 | 18:58 WIB

Ferdinand Jadi Tersangka Kasus Cuitan 'Allahmu Lemah' Denny: Ini Memang Permainan Keras
Pegiat media sosial yang pernah menjadi politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahean berjalan saat tiba untuk menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (10/1/2022). ANTARA FOTO/Reno Esnir

Hal itu dibantah keras olehnya. Bahwa saat ini kasus yang menjerat Ferdinand sudah ditangani oleh pihak kepolisian.

SuaraBogor.id - Pegiat media sosial Denny Siregar menanggapi soal Ferdinand Hutahaean yang ditetapkan sebagai tersangka soal cuitan 'Allahmu Lemah'.

Denny Siregar mengatakan, bahwa yang sering disebut kadrun aman menjadi cebong jika memiliki kasus akan dilindungi oleh Istana.

Hal itu dibantah keras olehnya. Bahwa saat ini kasus yang menjerat Ferdinand sudah ditangani oleh pihak kepolisian.

"Kadrun bilang jadi cebong itu aman, dilindungi istana, dibawah ketiak penguasa... Tuh dijeblosin juga. Trus sekarang mau nuduh apalagi ?? Ini memang permainan kerasss.. Kepleset sedikit, lewatt," cuitnya, dikutip dari WartaEkonomi -jaringan Suara.com, Selasa (11/1/2022).

Baca Juga: Belajar dari 2019, Mabes Polri Bakal Antisipasi Panasnya Pemilu 2024 dari Sekarang

Sekedar diketahui, Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama disebut langsung happy begitu Polri mengumumkan penahanan Ferdinand Hutahaean di Mabes Polri.

"Hidup POLRI!!!," ujar Haris melalui akun Twitter @knpiharis, Selasa dini hari, 11 Januari 2022.

Polisi menetapkan Ferdinand Hutahaean sebagai tersangka terkait kasus cuitan 'Allahmu ternyata lemah' dan langsung ditahan.

Ia pun mengajak netizen untuk menggaungkan sebuah tagar di media sosial Twitter.

"Mari gaungkan #TidakPercumaLaporPolisi," cuitnya lagi.

Baca Juga: Kasus Suap Ditjen Pajak, Angin Prayitno Dituntut Hukuman 9 Tahun Penjara

Seperti diketahui Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sebelumnya melaporkan Ferdinand ke Bareskrim Polri pada Rabu, 5 Januari 2022. Ia dilaporkan atas dugaan kasus SARA.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait